Apakah Autoimun Bisa Sembuh? 10 Cara Stabilkan Gejalanya

#SembuhDariAutoimun #TerapiAutoimun #HarapanSembuh #PenangananAutoimun #KesehatanAutoimun #PerawatanAutoimun #SembuhkanDenganCinta #PemulihanAutoimun #TantanganSembuhAutoimun #BisaSembuhDariAutoimun

 

Pada dasarnya, tidak ada obat buat penyakit autoimun. Namun, Anda bisa melakukan hal-hal yang bertujuan menstabilkan penyakit autoimun supaya gejalanya tak semakin parah. Simak artikel Apakah Autoimun Bisa Sembuh? Begini 10 Cara Stabilkan Gejalanya.

 

Sekilas Tentang Gangguan Autoimun

Dalam keadaan normal sistem imun tubuh yang mampu membedakan mana sel yang ada di dalam tubuh dan yang asing. Disebut gangguan autoimun karena sel-sel sehat kita oleh sistem imunitas justru yang diserang. Sel-sel tersebut malah dianggap sebagai ancaman.

Sayangnya, para pakar belum mengatahui secara pasti apa penyebabnya sehingga orang mengidap kelainan ini. Dugaannya baru sebatas faktor keturunan, menu makanan, jenis kelamin, dan lingkungan.

 

Apakah Autoimun Bisa Sembuh

 

Contohnya untuk faktor jenis kelamin, pakar menemukan kalau kelainan autoimun lebih sering terjadi pada wanita. Boleh dibilang perbandingannya, 2 banding 1.

 

Apakah Penyakit Autoimun Berakibat Fatal?

Ya. Mari simak statistik di bawah:

 

Apakah Autoimun Bisa Sembuh ? Apakah Penyakit Autoimun Bisa Berakibat Fatal? statistik lupus

 

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, pada tahun 2016 kasus Autoimun lupus tembus hingga angka 2166, dimana terdapat 550 diantaranya dinyatakan meninggal. Tren jumlah kasus rawat inap dari tahun 2014 sampai 2016 juga mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Terdapat lebih 140 jenis penyakit tergolong gangguan autoimun. Lupus dan Vitiligo merupakan penyakit autoimun yang sering kita kenal. Ternyata ada penyakit lain yang juga tergolong gangguan imunitas tubuh.

 

15 Penyakit Autoimun Umum

Semua jenis penyakit yang tergolong autoimun dapat menyerang hampir seluruh tubuh. Berikut 15  contoh paling umum.

Rheumatoid arthritis

Bahasa awamnya rematik. Gangguan ini menimbulkan peradangan, pembengkakan, hingga rasa sakit persendian hingga sulit menggerakan sendi. Jika tidak segera ditangani, jenis autoimun ini akan menyebabkan kerusakan sendi permanen secara bertahap.

Lupus

Terdiri dari beberapa jenis. Namun, jenis systemic lupus erythematosus (SLE) merupakan salah satu paling umum ditemukan, penderitanya kebanyakan perempuan berusia muda.

Gejalanya, rambut rontok, ruam kemerahan pada wajah yang menyerupai sayap kupu-kupu, rambut mengalami kerontokan serta berat badan yang turun. Bagian tubuh lainnya bahkan diserang, seperti ginjal dan kulit.

Psoriasis

Gejala autoimun selanjutanya adalah psoriasis, penyakit kulit kronis yang ditandai dengan kulit menebal, bersisik disertai bercak-bercak putih. Peradangan ini menyebabkan rasa gatal, nyeri serta pertumbuhan sel kulit baru yang terlalu cepat.

Kolitis ulseratif

Ini merupakan jenis yang serang saluran pencernaan, khususnya usus. Penyakit ini bisa menimbulkan peradangan kronis hingga borok pada lapisan usus besar terdalam dan rektum. Gejala yang ditimbulkannya: diare, perut sakit, dan kesulitan buang air besar. Gejala akan memburuk jika pasien tidak menerapkan pola makan sehat atau stres.

Anemia pernisiosa

Jenis anemia ini terjadi karena terhambatnya produksi vitamin B12 yang berperan penting untuk pembentukan sel-sel darah merah. Ketika kekurangan vitamin tersebut, tubuh akan memproduksi sel tersebut berukuran abnormal yang tak bisa keluar dari sumsung tulang. Afeknya jumlah sel darah pembawa oksigen dalam tubuh tetap kurang.

Gejala anemia jenis ini berupa sakit kepala, tubuh berasa lesu, penurunan berat drastis hingga cara berjalan tidak seimbang (ditemui pada kasus langka).

Multiple sclerosis

Merupakan penyakit autoimun yg menyerang lapisan pelindung saraf. Akibatnya sel-sel saraf yang menyusun otak dan sumsum tulang belakang perlahan-lahan akan rusak. Penderitanya akan mengalami penurunan kemampuan koordinasi tubuh, mati rasa, otot menegang, kebutaan, hingga kelumpuhan.

Crohn

Dapat menyerang saluran pencernaan. Gejalanya seperti buang air besar (BAB) mengluarkan darah, diare, nafsu makan menurun serta melambatnya perkembangan seksual anak-anak. Komplikasi yang terjadi jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat: fistula, penyumbatan usus, serta kekurangan gizi.

Sindrom Sjogren

Gejala umum sindrom ini biasanya, mata dan mulut kering, karena sistem imun yg menyerang kelenjar air mata, air liur, dan zat lain. Sangat mungkin menimbulkan peradangan pada paru-paru dan ginjal.

Penyakit Addison

Penyakit ini terjadi saat tubuh kekurangan hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal.  Tanpa hormon kortisol dan aldosteron yang diproduksi kelenjar adrenal, tekanan darah akan menurun yang membahayakan tubuh. Implikasi dan gejala addison yakni nafsu makan menurut, kulit jadi gelap, rambut rontok, atau  gangguan seksual pada wanita.

Diabetes melitus tipe 1

Terjadi ketika sistem imunitas kita malah menghancurkan sel penghasil insulin dalam pankreas. Insulin tersebut padahal merupakan hormon pengontrol kadar gula darah. Jika tidak ditangani gula darah yang tinggi akan menimbulkan berbagai masalah baru seperti penglihatan hingga kerusakan ginjal.

Penyakit Hashimoto

Gejala utama penyakit ini berupa pembengkakan pada bagian depan tenggorokan. Jika tidak ditangani, penderita dapat mengalami hipotiroidisme (kelenjar tiroid kurang aktif) dan komplikasinya. Ia juga kerap kerap disertai ukuran lidah membesar, nyeri otot, depresi hingga penurunan daya ingat.

Penyakit celiac

Gejalanya umumnya diare, sembelit, sakit perut, hingga penurunan berat badan. Untuk kasus yang lebih serius, penyakit tersebut menyebabkan ruam hingga pelunakan pada beberapa tulang.

Alopecia

Penyakit ini biasanya menimbulkan kebotakan, dimana sistem imunnya malah menyerang akar-akar rambut. Selain rambut mudah rontok, alopecia juga ditandai kulit kepala kemerahan dan terasa terbakar.

Immune thrombocytopenic purpura (ITP)

Memar atau mudah berdarah merupakan ciri penyakit ini. Penyebabnya: saat jumlah keping darah dalam tubuh rendah sehingga proses pembekuan darah terganggu. Pendarahan yang tidak juga berhenti dalam 5 menit, harus segera diperiksakan ke dokter.

Graves

Penyakit ini membuat kelenjar tiroid bekerja terlalu aktif. Gejalanya, perasaan gelisah, pembesaran dada laki-laki, siklus haid tak teratur, serta mudah berkeringat.

 

Cara Menstabilkan Autoimun

Berikut adalah cara menstabilkan penyakit autoimun yang bisa diterapkan para pengidapnya.

Atur Makanan

Hal pertama adalah menerapkan pola diet atau makan sehat. Makanan bergizi dan berkalsium tinggi dapat meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh serta meringankan gejala autoimun.

Asupan bergizi tinggi juga ditemukan dalam sayur-sayuran, buah-buahan serta biji-bijian. Berkonsultasi dengan dokter tentang masalah ini.

Teratur berlahraga

Nyeri sendi membuat orang penderita autoimun menghindari olahraga. Ini pandangan yang keliru, padahal olahraga justru termasuk perawatan utama mengurangi keparahan penyakit sistem kekebalan tubuh. Pada penderita penyakit rheumatoid arthritis, otot yang lebih kuat justru dapat menopang sendi Anda dengan lebih baik.

Lakukanlah secara teratur 30 menit tiap hari atau setidaknya 5–6 hari dalam tiap minggu. Menstabilkan gangguan autoimun dengan olahraga akan mempertahankan fungsi otot Anda, meningkatkan kesehatan secara umum, serta meminimalkan rasa sakit.

Olahraga yang dianjurkan adalah aerobik, latihan menahan beban, bersepeda, berenang, dan berjalan kaki.

Kelola stres

Gejala autoimun akan mengalami keparahan jika Anda sedang stres.Simak beberapa cara mengurangi stres yang berlebihan.

Berikan waktu untuk diri sendiri

Isilah dengan hal-hal menyenangkan diri Anda secara positif, misal membaca buku, nonton film dan lain-lain. Tujuannya tidak lain membantu menenangkan piikiran Anda.

Relaksasi

Lakukanlah meditasi atau yoga atau lainnya yang paling cocok untuk Anda untuk menstabilkan penyakit autoimun.

Jangan jadikan autoimun sebagai beban

Ketika telah didiagnosis menderita autoimun, terimalah dengan lapang dada. Jika Anda menerimanya, mudah-mudahan gejala juga tidak semakin memburuk.

Cukup tidur

Sres salah satunya adalah akibat dari kurang tidur dan ini kondisi yang tdk ideal bagi penderita autoimun. Tidurlah minimal tujuh jam per hari.

Manajemen waktu

Selain stress, kelelahan berlebihan harus dihindari penderita autoimn. Kelelahan adalah gejala sekaligus pemicu gangguan autoimun. Jadwalkan aktivitas Anda dan selalu prioritaskan mana yang lebih penting dan mana tugas yang ditunda.

Baca selengkapnya mengenai 10 kegunaan vitamin D.

 

Sumber

Tacrolimus Terapi Aman Untuk Pasien Lupus – Yayasan Lupus Indonesia
What are SLE & other types of lupus? – Medical News Today
Penyakit Lupus Ternyata Lebih Banyak Menyerang Wanita ? – Tribunnews
Lupus (Systemic Lupus Erythematosus or SLE) – medicinenet.com

 

# orang yang ini dapat autoimun penyakit gejala penyakit dokter spesialis yang cukup autoimun adalah hidup sehat autoimun dapat yang dapat yang bisa tidak bisa bisa disembuhkan fakta kali pengobatan bakteri lihat berfungsi infeksi mengatasi mengobati berbeda menjadi virus terkena reserved rutin ringan jaringan tetapi cek memengaruhi melindungi organ benar itu informasi agar bahwa disembuhkan health demam muncul menyembuhkan sama anti memiliki misalnya tertentu meliputi konsultasi perlu dilakukan baik kondisi melakukan obat yang sehat kamu pengobatan lihat mengobati rutin organ benar memiliki autoimun tidak menyerang sel bisa disembuhkan #

 

 

 

Istilah-istilah Terkait (TAG)

Logo Nutrimax

Merek food supplement berkualitas terbaik, dengan lebih dari 70 produk. Semua produk Nutrimax telah teregistrasi di BPOM & Dijamin Halal.

Customer Care

Customer Care kami ada di seluruh Indonesia, siap membantu Anda (Setiap Hari kerja, 09:00 – 18:00). Klik link (area) di bawah sesuai domisili terdekat Anda: Jakarta, Bogor, Aceh, Sumut, Kepri, Jambi dll

Clarissa