Begini Ciri-Ciri Anjing Rabies

#CiriCiriAnjingRabies #GejalaRabies #PenularanRabies #VaksinasiAnjing #PencegahanRabies

Penyakit rabies adalah penyakit virus yang paling mematikan, yang dapat mempengaruhi hewan dan manusia. Pada doggy, rabies akan dapat menjadi sangat berbahaya karena menyebabkan perilaku agresif, kelumpuhan, dan bahkan kematian. Mengenali gejalanya adalah sangat penting untuk memastikan keselamatan anjing yang terinfeksi juga orang-orang di sekitarnya. Makanya penting untuk Anda (khususnya pemilik peliharaan) untuk mengetahui bagaimana ciri-ciri anjing rabies.

 

Ciri-ciri anjing rabies

Karakteristik anjing penderita – infografis by nutrimax

 

Apa Itu Rabies ?

Rabies, penyakit zoonosis disebabkan oleh virus rabies. Biasanya, virus ditularkan lewat gigitan hewan terinfeksi, terutama melalui liur. Setelah virus memasuki tubuh, ia menyebar melalui sistem saraf, menyebabkan peradangan pada otak serta sumsum tulang belakang.

 

10 Provinsi dengan Jumlah Kasus Terbanyak

Kasus-kasus pada hewan maupun manusia kerap masih terjadi di Indonesia. Laporan terbaru muncul di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT dengan 46 kasus rabies!

Secara umum, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI merilis data jumlah kasus pada hewan sepanjang tahun 2023. Data menunjukkan terdapat 234 kasus tersebar pada 10 provinsi, Bali tercatat merupakan yang tertinggi:

10 Provinsi Indonesia dengan Laporan Kasus Rabies Tertinggi

10 Provinsi di Indonesia dengan Kasus Tertinggi – sumber: katadata.co.id

 

Bagaimana Rabies Menyebar pada Anjing?

Anjing dapat terinfeksi via gigitan hewan lain yang terinfeksi virus rabies. Virus ini terdapat dalam liur dengan infeksi dan dapat masuk ke tubuh anjing melalui luka gigitan. Setelah virus masuk, mereka menyebar ke sistem saraf anjing dan mulai menginfeksi otak dan sumsum tulang belakang.

Gigitan Hewan Terinfeksi

Cara utama penyebaran rabies ke anjing adalah lewat gigitan hewan terinfeksi. Virus rabies ada dalam saliva hewan terinfeksi dan dapat masuk ke dalam anjing via luka gigitan. Anjing yang tergigit oleh hewan diduga terinfeksi rabies harus segera mendapatkan perawatan medis dan vaksinasi.

Kontak Air Liur

Selain gigitan, rabies juga dapat menyebar melalui kontak langsung liur hewan yang terinfeksi. Misalnya, jika air liur yang terinfeksi masuk ke luka atau membran mukosa anjing lain, virus rabies bisa ditularkan.

Anjing Liur yang Terinfeksi

Anjing liar sering menjadi penyebar utama rabies. Mereka dapat membawa virus rabies serta menularkannya ke anjing lain, melalui gigitan / kontak langsung liur mereka. Oleh karena itu, penting untuk menjauhi anjing liar dan memastikan peliharaan Anda tidak terpapar.

Transmisi dari Induk ke Anak Anjing

Rabies juga dapat ditularkan induk terinfeksi kepada anaknya melalui liurnya ataupun kontak langsung. Anjing yang lahir dari induk terinfeksi memiliki risiko tinggi terkena rabies, harus diwaspadai.

 

Ini Ciri-Ciri Anjing Rabies

Gejala Awal

Salah satu tantangan dalam mengidentifikasi rabies adalah bahwa gejalanya pada awalnya bisa ringan dan mudah keliru dengan penyakit lain. Penting untuk memperhatikan perubahan perilaku pada hewan peliharaan Anda. Anjing terinfeksi mungkin menjadi agresif secara tidak wajar atau menunjukkan perilaku aneh.

Selain itu, ia dapat mengalami peningkatan agresi, menggigit, dan menggigit tanpa adanya provokasi. Perilaku agresif ini sering diikuti oleh periode gelisah dan kegelisahan.

Gejala Lanjutan

Seiring perkembangannya, gejala lebih parah mulai terlihat. Mungkin mengalami kelumpuhan, terutama pada kaki belakang. Kelemahan otot dan kurangnya koordinasi juga merupakan tanda umum terinfeksi virus rabies yang  mencapai tahap lanjutan.

Tidak hanya itu, anjing rabies mungkin menunjukkan produksi liur berlebihan, adanya busa di mulut. Gonggongan dan geraman tidak terkendali juga dapat terjadi.

Diagnosis dan Pemeriksaan

Jika Anda mencurigai terkena rabies, penting untuk segera mengunjungi dokter hewan. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang komprehensif untuk mencari tanda-tanda infeksi rabies. Tidak itu saja, tes laboratorium juga dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis kurat.

Mendiagnosis rabies biasanya melibatkan pemeriksaan gejala klinis, riwayat vaksinasi, dan tes laboratorium. Tes laboratorium yang umum digunakan adalah tes imunofluoresensi langsung (Direct Immunofluorescence Assay/DFA) yang dapat mendeteksi keberadaan virus rabies dalam jaringan otaknya.

Pengobatan

Jika terinfeksi, segera mencari perawatan medis. Prophylaxis Pasca Paparan (PEP) adalah tindakan medis yang diberikan untuk mencegah perkembangan rabies setelah terjadinya paparan. Selain itu, perawatan pendukung diberikan untuk membantu yang terinfeksi menghadapi gejala dan menjaga kenyamanannya selama proses penyembuhan.

 

Tindakan Pencegahan

Pencegahan adalah langkah terbaik dalam melawan rabies. Vaksinasi merupakan bagian penting dalam mencegah terkena infeksi. Selalu pastikan peliharaan Anda menerima vaksin rabies sesuai saran. Tidak hanya itu, menjaga lingkungan Anda tetap bebas dari hewan yang berpotensi terinfeksi rabies juga sangat penting.

Vaksinasi Rutin

Vaksinasi rutin adalah langkah pencegahan utama untuk melindungi dari rabies. Selalu pastikan peliharaan Anda secara tereatur mendapatkan vaksin rabies yang direkomendasikan oleh dokter.

Hindari Kontak dengan Hewan Liar

Hindarkan anjing Anda berinteraksi bersama-sama hewan liar yang berpotensi terinfeksi rabies. Jangan biarkan berdekat-dekatan dengan kelelawar, rakun, atau hewan yang terlihat sakit atau aneh.

Pengawasan Ketat

Pastikan anjing peliharaan Anda selalu dalam pengawasan yang baik. Jangan biarkan berkeliaran bebas tanpa pengawasan di area yang tidak terkendali.

Penanganan Anjing Liar

Jika menemukan anjing liar yang mencurigakan, hindari kontak langsung Laporkan temuan Anda kepada otoritas setempat, seperti dinas hewan atau polisi hewan.

Anjing liar adalah faktor utama penyebarannya. Mereka sering terinfeksi oleh hewan liar seperti rubah atau kelelawar yang membawa virus rabies. Karena itu, mengurangi populasi dan mengendalikan penyebarannya adalah langkah penting dalam pemberantasan rabies.

Rabies & Manusia

Virus bisa ditularkan anjing kepada manusia via gigitan atau cakaran yang terinfeksi. Penting untuk melindungi diri sendiri serta orang lain dengan menghindari kontak langsung hewan yang dicurigai terinfeksi. Jika tergigit anjing yang terinfeksi, segera mencari perawatan medis untuk meminimalkan risiko infeksi rabies.

Tindakan Ketika Tergigit Anjing Diduga Terinfeksi Rabies

Jika tergigit anjing diduga terinfeksi, langkah-langkah berikut dapat diambil:

  • Luka dibersihkan dengan sabun menggunakan air mengalir selama 10-15 menit.
  • Cari bantuan medis segera untuk mendapatkan perawatan yang tepat.
  • Laporkan kejadian ini kepada otoritas kesehatan setempat untuk tindakan lebih lanjut.
  • Dokter akan mengevaluasi risiko penularannya dan memberikan perlindungan yang sesuai, seperti pemberian vaksin dan imunoglobulin rabies.

Merawat Anjing Terpapar Rabies

Jika terdiagnosis, langkah karantina harus segera diambil. Mereka harus segera diisolasi untuk mencegah penularan virus. Dalam beberapa kasus, euthanasia mungkin diperlukan untuk menghilangkan penderitaan yang lebih lanjut dan mengurangi risiko penularan rabies kepada manusia.

Dokter hewan akan memberikan pedoman dan langkah-langkah yang tepat untuk menjaga keamanan Anda dan orang-orang di sekitar.

 

 

Penyebaran Rabies pada Manusia melalui Anjing

Rabies ditularkan kepada manusia melalui gigitan atau kontak langsung air liur yang mendapat infeksi. Manusia terinfeksi akan mengalami gejala serupa dengan anjing, dan penyakit ini juga dapat berakibat fatal pada manusia. Oleh sebab itu, penting untuk menghindari kontak dengan yang diduga terinfeksi rabies dan segera mencari perawatan medis jika tergigit oleh anjing.

 

Hukum dan Peraturan Terkait Rabies Anjing

Setiap negara memiliki hukum dan peraturan terkait rabies pada anjing. Hal ini biasanya mencakup persyaratan vaksinasi, pelaporan gigitan, karantina, dan tindakan hukum terhadap pemilik anjing yang tidak mematuhi peraturan tersebut. Pastikan Anda memahami dan mematuhi peraturan yang berlaku di wilayah Anda.

 

FAQs tentang Anjing Rabies

Apakah Anjing Dapat Bertahan dari Rabies?

Tidak, rabies merupakan penyakit yang fatal. Setelah terinfeksi penyakit ini, tidak ada obat yang mampu menyembuhkannya.

Apakah yang Sudah Divaksinasi Dapat Terkena Rabies?

Vaksinasi rabies sangat efektif dalam melindungi anjing. Namun, tidak ada vaksin yang 100% sempurna, dan ada kemungkinan anjing yang perlu divaksinasi terkena rabies apabila terpapar virus dalam jumlah yang cukup besar.

Apakah Ada Pengobatannya Untuk ?

Sayangnya, tidak ada pengobatan efektif untuk penderita rabies. Oleh karenanya, pencegahan melalui vaksinasi adalah langkah terbaik yang dapat Anda ambil untuk melindungi anjing Anda dari penyakit ini.

Bagaimana Mencegahnya?

Cara terbaik untuk mencegah rabies adalah vaksinasi yang tepat. Pastikan anjing peliharaan menerima vaksin rabies secara teratur sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh dokter langganan Anda.

Apakah Dapat Menularkan Rabies Tanpa Menggigit?

Rabies ditularkan melalui air liur (saliva) yang terkontaminasi virus. Kontak dengan luka terbuka atau selaput lendir juga dapat menjadi cara penularan, meskipun risikonya lebih rendah dibandingkan dengan gigitan.

Apakah Rabies Ditularkan Anjing Ke Manusia?

Ya, rabies dapat ditularkan ke manusia via gigitan atau cakaran yang terinfeksi. Oleh sebab itu, jika curiga anjing Anda terkena rabies, hindari kontak langsung dan segera cari perawatan medis.

Berapa Lama Gejalanya Muncul ?

Setelah terpapar virus rabies, gejala biasanya muncul dalam rentang waktu 3 hingga 8 minggu. Namun, dalam beberapa kasus, gejala dapat muncul dalam beberapa hari atau bahkan berbulan-bulan setelah paparan.

Bisakah Anjing Rabies Sembuh ?

Tidak ada obat yang dapat sembuhkan rabies pada anjing. Pengobatan hanya bertujuan untuk memberikan perawatan pendukung dan meringankan gejala yang terjadi.

Apakah Semua yang Terkena Rabies Tunjukkan Gejala Agresif?

Tidak, tidak semua menunjukkan gejala agresif. Beberapa anjing dengan rabies mungkin tampak malas atau lemah.

Apakah Rabies Dapat Disembuhkan Pada Manusia?

Meskipun tidak ada obat yang dapat menyembuhkan rabies sepenuhnya pada manusia, pengobatan yang tepat dapat membantu mencegah perkembangan penyakit. Oleh karena itu, jika Anda tergigit, yang dicurigai terinfeksi, segera cari perawatan medis.

 

Kesimpulan Tentang Rabies

Rabies merupakan penyakit serius serta mematikan pada anjing. Mengidentifikasi gejala-gejalanya secara dini sangat penting untuk melindunginya serta orang-orang di sekitarnya. Vaksinasi secara teratur dan menjaga lingkungan bebas rabies adalah langkah-langkah penting dalam mencegah penyebaran penyakit ini. Jika mencurigai terkena, segera konsultasikan ke dokter untuk diagnosis dan perawatan yang tepat.

 

Sumber:
KENALI GEJALA RABIES DAN CARA MENCEGAHNYA – jakarta.go.id
Kasus Rabies Bisa Sebabkan Kematian, Begini Cara Mencegahnya – republika.co.id

 

# infeksi virus rabies #
# vaksin rabies manusia #

Istilah-istilah Terkait (TAG)

Logo Nutrimax

Merek food supplement berkualitas terbaik, dengan lebih dari 70 produk. Semua produk Nutrimax telah teregistrasi di BPOM & Dijamin Halal.

Customer Care

Customer Care kami ada di seluruh Indonesia, siap membantu Anda (Setiap Hari kerja, 09:00 – 18:00). Klik link (area) di bawah sesuai domisili terdekat Anda: Jakarta, Bogor, Aceh, Sumut, Kepri, Jambi dll

Clarissa