Ada satu kasus di Dharavi, Mumbai, juga ada satu orang meninggal. Sebanyak 300 rumah susun dan 90 toko di sekitar daerah itu beserta gedung-gedung lainnya telah diisolasi. Keluarga pasien meninggal dan para warga yang tinggal di gedung yang sama Kami juga mulai menelusuri orang-orang yang sempat mengalami kontak dengan pasien” Kata Lav Agarwal Sekretaris Kementerian Kesehatan India.

Wabah kali ini sungguh sangat parah. Bagaikan seuntai manik, ketika untaian itu lepas dari talinya, manik-manik akan berhamburan dan menyebar tak beraturan. Manik-manik ini juga menggelinding dengan cepat.

Sungguh, wabah kali ini belum pernah ada sebelumnya. Karena itu, saya mengatakan bahwa wabah COVID-19 bagaikan untaian manik yang lepas dan manik-maniknya berceceran ke seluruh dunia dengan sangat cepat. Ia tidak terkendali. Manik-manik itu terus menggelinding. Kita tahu bahwa ada 249 negara di dunia. Kini, kasus positif COVID-19 sudah tersebar di 216 negara.

Bayangkan, bukankah wabah ini menyelimuti seluruh dunia? Ya, saat membahas wabah COVID-19 ini, orang-orang akan merasa khawatir. Kini, inilah hal yang paling dikhawatirkan oleh semua orang.

Saat ini, Italia dan Spanyol, kondisinya sangat parah. Jumlah kasus positif mencapai lebih dari 100 ribu dan jumlah yang meninggal menembus angka 10 ribu. Peti jenazah terus dibuat siang dan malam karena jumlah kebutuhan yang melonjak. Orang-orang melihat kondisi ini dengan pandangan yang pesimistis. Setiap negara memandang wabah ini dengan kacamata ketakutan dan sikap pesimistis.

Wabah ini sungguh membuat orang-orang ketakutan. Semua orang sangat panik. Namun, apa pula gunanya takut dan panik? Dalam sehari, angka ribuan bisa berubah menjadi puluhan ribu. Angka-angka itu terus bertambah. Ini sungguh mengkhawatirkan. Namun, khawatir dan takut juga tidak membantu. Jadi, kini tak ada gunanya kita bersedih. Merasa takut juga tidak ada gunanya. Bagaimanapun, kita belum dapat menyelesaikan wabah ini. Kita juga belum tahu berapa lama lagi wabah ini akan berlangsung. Ini ibarat sepiring manik-manik.

Manik-manik ini berasal dari satu untaian. Saat tali untaiannya lepas, manik-manik itu akan berhamburan. Demikian pula virus ini menyebar hingga ke seluruh dunia, seperti manik-manik yang terus menggelinding akibat hilangnya keseimbangan piring. Di mana sisi piring yang lebih rendah, ke sanalah manik-manik itu akan menggelinding. Jadi, kini kita harus membangkitkan keberanian dan mengembangkan pikiran bajik. Kita harus optimis sedikit. Kita harus mengembangkan pikiran positif. Kita juga harus sungguh-sungguh menaati aturan.

Pemerintah sudah mengeluarkan aturan agar warga tidak berkeliaran di luar rumah. Jika tiada keperluan, usahakan tidak keluar rumah. Kita harus sungguh-sungguh berdiam di rumah, menjaga keluarga kita, dan menaati peraturan.

Pada masa merebaknya wabah ini, setiap hari saya merasa bahu saya sedang menopang langit. Langit seakan hampir runtuh. Berat sekali. Saya juga sangat khawatir. Saya berharap semua orang bersungguh hati untuk membantu saya menopangnya dengan bersama-sama tulus berdoa semoga dunia aman dan tenteram. Selain itu, kita juga harus lebih banyak menciptakan berkah.

Wabah ini memberi pelajaran bagi kita agar lebih banyak menciptakan berkah. Tahun lalu dan dua tahun lalu, saya berkata bahwa kita cukup beruntung dan penuh berkah karena semua orang bersumbangsih dengan cinta kasih. Di tengah wabah kali ini, insan Tzu Chi di seluruh dunia semakin perlu untuk menghimpun tetes-tetes kekuatan untuk membawa manfaat bagi dunia. Jadi, kini semua orang perlu untuk bertekad. Semua orang perlu menghimpun tetes-tetes cinta kasih untuk meredam pandemi kali ini. Inilah yang dibutuhkan oleh dunia saat ini.

Kita harus bersumbangsih dan mengajak lebih banyak orang untuk turut serta. Meski tidak keluar rumah, relawan Tzu Chi tetap dapat mengajak para donatur untuk turut bersumbangsih dalam usaha pencegahan wabah di seluruh dunia dengan harapan semua orang dapat tetap sehat. Untuk itu, dibutuhkan kesungguhan hati dan cinta kasih semua orang. Jadi, saya ingin kembali mengimbau semua orang untuk bervegetaris demi mengasihi makhluk hidup.

Manusia hendaknya berhenti membunuh. Ini adalah salah satu cara. Jadi, pada saat ini, harap semua orang mengembangkan kesungguhan hati dan cinta kasih. Wabah kali ini memberi pelajaran agar kita memurnikan hati dan menyesuaikan kembali pola hidup kita. Ini adalah sebuah pelajaran besar. Jadi, harap semua orang menggenggam kesempatan untuk mengambil hikmah darinya.

Ceramah Master Cheng Yen tanggal 6 April 2020
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Karlena, Marlina, Stella
Ditayangkan tanggal 8 April 2020

Sumber: tzuchi.or.id

Share This