Eklamsia Pada Ibu Hamil: Mengancam Nyawa dan Janin Anda

#Eklamsia #IbuHamil #KesehatanIbu #KomplikasiKehamilan #EklamsiaAwareness #KesehatanKehamilan

Eklampsia merupakan kondisi bumil yang harus diwaspadai. Kondisi ini terjadi sebagai lanjutan dari preeklamsia dan umumnya ditandai kejang-kejang. Meski hanya sedikit bunda hamil yang mengalaminya, tetap saja eklampsia harus segera ditangani dengan serius: Situasi ini mengancam nyawa si ibu hamil beserta Janinnya ! Baca sampai habis artikel tentang eklamsia pada ibu hamil hingga tuntas.

 

Eklamsia Pada Ibu Hamil

 

Pengertian Eklamsia

Eklamsia bisa terjadi pada kehamilan dengan hipertensi berat. Ini jangan dianggap remeh, waspadalah, apalagi  jika disertai kejang, penurunan kesadaran atau tatapan kosong. Kondisi demikian harus secepatnya mendapat penanganan, mengingat bisa menyebabkan komplikasi berbahaya yang bisa berujung pada kematian. Rutinlah memeriksakan rahim bunda, agar risiko preeklamsia bisa terdeteksi sejak awal kehamilan. Ingat, siapapun dapat berisiko mengalami eklamsia meskipun tidak memiliki riwayat kejang.

 

Gejala Eklamsia

Gejala paling utama adalah kejang sebelum, selama, ataupun sesudah persalinan. Eklamsia bunda hamil selalu didahului dengan status pre-eklamsia, yang biasanya timbul sejak minggu ke-20 kehamilan. Pada beberapa kasus, juga ditandai dengan :

  1. Hipertensi yang kian meninggi.
  2. Sakit kepala yang semakin parah.
  3. Muntah karena mual.
  4. Sakit perut, utamanya pada bagian kanan atas.
  5. Pembengkakan tangan dan kaki.
  6. Penglihatan terganggu.
  7. Jumlah urin berkurang.
  8. Kadar protein pada urin meningkat.
  9. Jika kondisi demian terus berjalan, biasanya akan kejang-kejang yang bisa terjadi sebelum, selama, atau setelah persalinan.

Nah kejang akibat eklamsia dapat berlangsung hanya sekali, atau bahkan berulang kali. Biasanya melewati 2 fase kejang, yaitu :

Fase pertama

Kejang selama 15-20 detik disertai dengan kedutan di wajah, lalu muncul kontraksi otot.

Fase kedua

Dimulai pada rahang, lalu bergerak ke otot muka, kelopak mata, dan akhirnya menyebar ke seluruh tubuh selama 60 detik. Pada fase ini, kejang akan membuat otot kontraksi lalu rileks. Pola sedemikian terjadi secara berulang dalam waktu cepat.

 

Faktor Eklamsia

Penyebab terjadinya pre-eklamsia dan eklamsia hingga sekarang ini belum banyak diketahui secara pasti. Namun faktor-faktor lain yang diduga kuat akan meningkatkan resiko pre-eklamsia & eklamsia kehamilan adalah sebagai berikut :

  • Pernah menderita pre-eklamsia pada kehamilan sebelumnya.
  • Kehamilan pertama atau kehamilan berjarak terlalu dekat (kurang dari 2 tahun).
  • Punya riwayat hipertensi kronis dalam kehamilan.
  • Ketika hamil berusia kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun.
  • Punya riwayat diabetes, autoimun, anemia, penyakit ginjal, atau obesitas.
  • Mengandung > satu janin atau hamil melalui program bayi tabung (IVF).

Baca juga artikel terkait berikut: Inilah 10 Gejala Sakit Ginjal Stadium Awal Pada Wanita.

 

Komplikasi Eklamsia

Tanpa penanganan yang cepat dan tepat, eklamsia dapat menimbulkan komplikasi berbahaya. Berikut ini komplikasi kesehatan karena eklamsia tak tertangani:

  • Kejang, seperti cedera kepala, lidah tergigit, patah tulang dan pneumonia aspirasi. Hal ini akibat masuknya isi lambung ke saluran pernapasan
  • Kejang yang berulang-ulang akan menyebabkan kerusakan sistem saraf pusat, pendarahan di otak, gangguan penglihatan
  • Kemungkinan terjadinya gagal ginjal dan gagal hati
  • Sindrom HELLP dan gangguan sistem peredaran darah
  • Gangguan hamil, misal, pertumbuhan bayi terhambat, solusio plasenta, oligohidramnion (bayi lahir prematur)
  • Stroke dan penyakit jantung koroner lainnya
  • Resiko preeklamsia – eklamsia di kehamilan berikutnya

 

Pemeriksaan Eklamsia

Agar dapat dipastikan mengalami eklampsia biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan-pemeriksaan lainnya seperti :

  1. Tes darah: agar diketahui berapa  jumlah sel darah secara keseluruhan.
  2. Urine: memeriksa keberadaan dan kadar protein di urine.
  3. Tes fungsi liver: mendeteksi kerusakan fungsi hati.
  4. Tes fungsi ginjal, ureum dan kreatin: mengetahui kadar kreatin di ginjal dan mendeteksi apakah ada kerusakan pada ginjal.
  5. Ultrasonografi (USG): memastikan apakah kondisi bayi dalam kandungan dalam kondisi sehat. # tekanan darah tinggi #

 

Penanganan Eklamsia

Jika telah dipastikan Ibu menderita eklamsia, satu-satunya jalan pengobatab adalah dengan melahirkan bayi yang dikandung. Sedangkan bagi ibu hamil dengan kondisi pre-eklamsia yang berisiko tinggi mengalami eklamsia, dokter biasanya akan memberikan beberapa penanganan seperti:

  1. Meresepkan obat pengontrol tekanan darah dan suplemen vitamin.
  2. Menyarankan untuk bed rest di rumah sakit selama kehamilan.
  3. Posisi istirahat saat tidur adalah menyamping ke kiri.
  4. Secara berkala melakukan pemantauan ketat kondisi janin dan ibu hamil.
  5. Jika dalam keadaan darurat, persalinan terpaksa dilakukan lebih awal

Bila ternyata bayi di rahim belum cukup bulan untuk dilahirkan, dokter akan memberikan suntikan obat golongan kortikosteroid demi mempercepat pematangan paru-paru janin. Jika eklamsia terjadi pada bunda hamil dengan usia kehamilan di bawah 30 minggu, dokter menganjurkan operasi caesar. # setelah eclampsia #

 

 

Cara Cegah Eklampsia

Bunda bisa meminimalisir resiko terjadinya eklamsia dengan mengikuti langkah-langkah berikut di bawah ini:

Kontrol teratur. Pemeriksaan rutin dilakukan demi pendeteksian dinin kondisi preeklampsia, untuk kemudian diambil tindakan pencegahan yang tepat.
Pola makan sehat. Ini agar ibu & kondisi kehamilan tetap terjaga dan senantiasa bugar.
Cukup istirahat. Seperti halnya pola makan, langkah ini juga untuk selalu menjaga kesehatan ibu serta janin.
Rutin berolahraga. Juga untuk menjaga kebugaran ibu dan janin. Namun ada baiknya untuk berkonsultasi terlebih dahulu tentang jenis olahraga yang pas buat Anda.
Aktivitas fisik secukupnya. Sesuaikan kegiatan bunda dengan kondisi terkini juga dapat membantu mengurangi risiko eklampsia.
Jangan stress terlalu berlebihan. Stres berlebihan berdampak negatif pada kesehatan ibu hamil, bisa meningkatkan darah tinggi. Lakukanlah yang dapat meningkatkan mood Anda agar kesehatan mental ibu tetap terjaga. # eclampsia yang berhasil ditangani #

 

Sumber:

BMC Pregnancy and Childbirth – bmcpregnancychildbirth.biomedcentral.com
Pre-eklampsia berat dan kematian ibu – Universitas Indonesia
Mengupas Preeklampsia Ibu Hamil – Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada 

 

# rumah sakit adalah dan oleh kelainan tekanan darah segera menjadi yang tidak baik itu sudah saat dapat oleh merupakan saat oleh tubuh #

 

 

 

Istilah-istilah Terkait (TAG)

Logo Nutrimax

Merek food supplement berkualitas terbaik, dengan lebih dari 70 produk. Semua produk Nutrimax telah teregistrasi di BPOM & Dijamin Halal.

Customer Care

Customer Care kami ada di seluruh Indonesia, siap membantu Anda (Setiap Hari kerja, 09:00 – 18:00). Klik link (area) di bawah sesuai domisili terdekat Anda: Jakarta, Bogor, Aceh, Sumut, Kepri, Jambi dll

Clarissa