Penyebab Infertilitas pada Wanita: 29 Faktor yang Perlu Anda Ketahui

#InfertilitasWanita #KesuburanWanita #PenyebabInfertilitas #PCOSdanInfertilitas #Endometriosis #StresdanInfertilitas #HormonWanita #KualitasSelTelur #InfeksiRahim #GayaHidupKesuburan

Infertilitas adalah masalah yang sering dialami oleh banyak wanita di seluruh dunia. Ketika seorang wanita mengalami kesulitan untuk hamil, penting untuk memahami penyebab yang mungkin ada. Pada artikel ini, kita akan membahas beberapa penyebab umum infertilitas pada wanita serta informasi yang dapat membantu Anda memahami kondisi ini lebih dalam.

Penyebab Infertilitas pada Wanita

 

29 Penyebab Infertilitas pada Wanita

Infertilitas pada wanita bisa jadi disebabkan oleh berbagai faktor yang mempengaruhi sistem reproduksi mereka. Faktor-faktor di bawah ini menghambat kemampuan tubuh untuk hamil dan memiliki anak.

Terganggunya Ovulasi

Salah satu penyebab paling umum dari infertilitas pada wanita adalah gangguan ovulasi. Gangguan ini terjadi ketika indung telur gagal melepaskan sel telur secara teratur. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan ovulasi terganggu termasuk PCOS, gangguan hormonal, dan masalah pada kelenjar tiroid.

Peradangan pada Saluran Tuba Falopi

Peradangan atau penyumbatan pada saluran tuba falopi dapat menghambat pergerakan sel telur dari indung telur ke rahim. Hal demikian dapat disebabkan oleh infeksi sebelumnya, misal klamidia atau gonore.

Kelainan Struktural Rahim

Kelainan struktural pada rahim, seperti polip, fibroid, atau septum rahim, bisa menjadi penyebab infertilitas. Kelainan ini bisa menghambat implantasi embrio atau perkembangan kehamilan.

Usia

Faktor usia juga memainkan peran besar dalam kesuburan wanita. Kualitas telur cenderung menurun seiring meningkatnya usia, dan kesempatan hamil secara alami menurun setelah usia 35 tahun.

Kegemukan atau Kurang Berat Badan

Kelebihan berat atau kurang dapat memengaruhi kesuburan wanita. Kegemukan dapat menyebabkan resistensi insulin dan ketidakseimbangan hormon, sementara kurang berat badan dapat menghentikan ovulasi.

Lifestyle dan Kebiasaan Merokok

Gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, mengonsumsi alkohol berlebih, atau menggunakan obat-obatan terlarang, juga bisa memengaruhi kesuburan wanita.

PMS

Beberapa penyakit seksual menular, seperti klamidia serta gonore, bisa membuat rusak saluran tuba falopi dan organ reproduksi wanita, menyebabkan infertilitas jika tidak diobati.

Hormonal (Gangguan)

Gangguan hormonal selain gangguan ovulasi juga memengaruhi kesuburan wanita. Keseimbangan hormon tidak tepat dapat mengganggu siklus menstruasi dan fungsi reproduksi.

Stres & Kecemasan

Terakhir, stres berlebihan dan kecemasan juga memengaruhi kesuburan wanita. Stres kronis dapat mengganggu siklus menstruasi dan bahkan menghentikan ovulasi. Selain itu, stres dapat memengaruhi keseimbangan hormon  untuk kehamilan.

Radang Pada Panggul 

Penyakit Inflamasi pada Panggul adalah infeksi pada organ reproduksi wanita seperti rahim, indung telur, dan saluran tuba. PID dapat menyebabkan jaringan parut dan kerusakan sistem reproduksi, yang bisa menghambat proses reproduksi normal.

Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi di mana jaringan yng biasanya tumbuh di dalam rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim. Hal ini bisa menyebabkan peradangan, nyeri, dan bahkan kerusakan pada organ reproduksi wanita. Endometriosis dapat memengaruhi kesuburan dengan cara berbagai cara, termasuk merusak sel telur atau saluran telur.

PCOS

Sindrom Ovarium Polikistik atau PCOS adalah kondisi hormonal yang umum pada wanita yang dapat memengaruhi siklus menstruasi dan produksi telur. PCOS dapat menyebabkan anovulasi, di mana telur tidak matang atau dilepaskan secara teratur, yang dapat menyulitkan proses pembuahan.

Artikel terkait: 10 Cara Mengatasi PCOS

 

 

Tumor Rahim

Tumor rahim, terutama mioma atau polip, dapat memengaruhi kesuburan dengan menghalangi saluran reproduksi atau mengganggu implantasi embrio yang sehat.

Kelainan Struktur Rahim

Beberapa wanita mungkin memiliki kelainan struktur rahim bawaan atau yang didapat, seperti septum rahim atau rahim bipartitus. Kelainan dapat memengaruhi kemampuan rahim untuk mendukung kehamilan.

Penggunaan Obat-Obatan

Beberapa obat-obatan, terutama yang digunakan dalam pengobatan kanker, dapat memengaruhi kesuburan wanita. Pengobatan tersebut sangat mungkin merusak sel telur atau mengganggu fungsi ovarium.

Gangguan Ovulasi

Ovulasi teratur adalah kunci dalam proses reproduksi. Gangguan dalam siklus ovulasi, seperti tidak teratur atau bahkan tidak terjadi sama sekali (anovulasi), akan menghambat kemampuan seorang wanita agar hamil.

Sindrom Prematur Ovarium (POF)

Sindrom Prematur Ovarium (POF), juga dikenal sebagai insufisiensi ovarium primer, adalah kondisi di mana ovarium kehilangan fungsi sebelum usia 40 tahun. Hal ini bisa mengakibatkan penurunan drastis dalam produksi telur, menyebabkan perubahan hormonal yang signifikan, dan menyulitkan proses reproduksi.

Kanker Reproduksi

Beberapa jenis kanker yang berpengaruh terhadap organ reproduksi, seperti kanker ovarium atau kanker rahim, dan pengobatan kanker yang agresif dapat berdampak negatif pada kesuburan wanita.

Kondisi Kesehatan Umum

Kondisi kesehatan umum seperti diabetes, hipertiroidisme, atau penyakit autoimun dapat memengaruhi kesuburan wanita dengan mengganggu siklus menstruasi atau merusak organ reproduksi.

Faktor Lingkungan

Paparan terhadap zat-zat beracun atau lingkungan, seperti radiasi atau bahan kimia tertentu, juga dapat memengaruhi kesuburan wanita.

Kondisi Rahim & Saluran Tub Falopi

Kondisi rahim seperti mioma atau polip dapat mengganggu proses implantasi telur yang telah dibuahi. Selain itu, penyumbatan atau kerusakan di saluran tuba falopi juga dapat menyulitkan perjalanan telur yang terbuahi dibuahi menuju rahim.

Perubahan Hormonal

Gangguan ini bisa memengaruhi ovulasi yang merusak keseimbangan hormon yang diperlukan untuk proses reproduksi yang normal.

Faktor Psikologis dan Stres

Stres berat atau masalah psikologis seperti depresi atau kecemasan dapat mengganggu siklus menstruasi dan mengurangi kemungkinan kehamilan.

Kebiasaan Merokok & Alkohol

Merokok juga konsumsi alkohol berlebihan telah terbukti dapat memengaruhi kesuburan wanita. Keduanya dapat mengganggu fungsi ovarium serta menyebabkan masalah hormonal.

Usia

Faktor usia juga penting dalam kesuburan wanita. Semakin tua usia seorang wanita, semakin rendah peluangnya untuk hamil. Ini karena kualitas telur menurun sejalan dengan bertambahnya usia.

Pola Makan dan Nutrisi

Pola makan yang buruk dan kekurangan nutrisi tertentu juga dapat berdampak pada kesuburan wanita. Obesitas dapat memengaruhi ovulasi juga siklus menstruasi.

Penyakit Kronis

Penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan lupus dapat memengaruhi kesuburan wanita. Pengelolaan penyakit-penyakit ini dengan baik sangat penting untuk mendukung kesuburan.

Kondisi Medis Bawaan

Infertilitas pada wanita mungkin disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kondisi medis bawaan yang memengaruhi sistem reproduksi mereka. Kondisi medis ini bisa menghambat kemampuan tubuh untuk hamil memiliki anak. Kondisi medis bawaan yang dimaksud seperti: Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS), Endometriosis, Malformasi Rahim, Mioma Uteri, Saluran Tubaria Tersumbat atau Rusak, Kelainan Hormonal, Kromosom Abnormal, Gangguan pada Imunologi dan Kelainan Pada Kandung Telur.

 

Pengobatan

Ada berbagai pilihan pengobatan yang tersedia untuk membantu wanita mengatasi masalah kesuburan ini, beberapa diantaranya adalah:

Obat Fertilitas

Obat-obatan fertilitas adalah pilihan pengobatan pertama yang kerap digunakan untuk mengatasi masalah kesuburan. Ini termasuk obat-obatan seperti: Clomiphene citrate atau Injeksi hormon.

Inseminasi Intrauterin (IUI)

IUI melibatkan penyuntikan sperma yang telah disiapkan ke dalam rahim wanita selama ovulasi. Ini dapat tingkatkan peluang pembuahan karena sperma ditempatkan lebih dekat ke sel telur.

Pembedahan

Beberapa masalah fisik, seperti kista ovarium, polip, atau endometriosis, dapat diatasi melalui pembedahan laparoskopi. Prosedur ini melibatkan pengangkatan atau perbaikan masalah tersebut untuk meningkatkan kesuburan.

Teknologi Reproduksi Bantu (ART)

ART adalah sekelompok prosedur yang melibatkan manipulasi telur, sperma, atau embrio mencapai kehamilan. Beberapa teknik ART meliputi:

Fertilisasi in vitro (IVF): Telur dan sperma dikumpulkan dan dibuahi di luar tubuh, kemudian embrio yang berkembang dimasukkan kembali ke rahim wanita.
Transfer embrio: Embrio yang sudah dibuahi dari siklus IVF sebelumnya dimasukkan ke rahim wanita.
Intracytoplasmic sperm injection (ICSI): Sebuah teknik di mana seorang individu sperma diinjeksikan langsung ke dalam telur.

Donor Sperma

Dalam beberapa kasus, jika seorang wanita tidak dapat menghasilkan telur yang berkualitas atau jika pasangan memiliki masalah sperma yang serius, pilihan donor sperma dapat dipertimbangkan.

Psikoterapi dan Dukungan Emosional

Kesuburan yang sukar dapat menyebabkan stres dan kecemasan. Terapi atau dukungan emosional dapat membantu wanita mengatasi dampak psikologis dari infertilitas.

Perubahan Lifestyle

Untuk beberapa wanita, perubahan gaya hidup seperti menurunkan berat badan, berhenti merokok, atau mengurangi konsumsi alkohol dapat meningkatkan kesuburan.

Pengobatan Kondisi Medis

Jika infertilitas yang disebabkan oleh kondisi medis seperti PCOS atau endometriosis, pengobatan kondisi tersebut dapat membantu meningkatkan kesuburan.

 

Pencegahan Infertilitas Wanita

Infertilitas dapat menjadi masalah yang sulit bagi banyak wanita, namun ada langkah-langkah pencegahan yang bisa diambil untuk menjaga kesuburan. Merawat tubuh dengan baik dan menghindari faktor risiko dapat membantu mengurangi kemungkinan mengalami masalah kesuburan di kemudian hari.

Pertahankan Berat Badan Ideal

Ketidakseimbangan berat badan, baik obesitas maupun kekurusan berlebihan, dapat memengaruhi siklus menstruasi dan ovulasi. Wanita dengan berat badan yang sehat cenderung memiliki kesuburan yang lebih baik. Konsultasikan dengan profesional kesehatan Anda untuk mencapai dan mempertahankan BB yang sesuai.

Hindari Rokok dan Alkohol

Merokok dan konsumsi alkohol secara berlebihan dapat merusak fungsi ovarium juga menunda kehamilan. Lebih baik untuk menjauhinya dan membatasi konsumsi alkohol untuk menjaga kesehatan kesuburan Anda.

Batasi Stres

Stres kronis dapat mengganggu siklus menstruasi dan ovulasi. Cobalah teknik-teknik relaksasi seperti yoga, meditasi, atau olahraga untuk mengurangi stres dalam hidup Anda.

Lindungi Diri dari Penyakit Seksual (PMS)

Penyakit menular seksual, terutama klamidia & gonore, dapat merusak tuba falopi dan mengganggu kemampuan reproduksi. Gunakan kondom dengan benar atau menjalani pemeriksaan rutin jika Anda memiliki risiko tertular PMS.

Pertimbangkan Usia Anda

Usia juga memainkan peran penting dalam kesuburan. Kesuburan wanita cenderung menurun seiring bertambahnya umur. Jikalau Anda berencana untuk memiliki anak, pertimbangkan untuk memulai perencanaan keluarga lebih awal.

Teratur Berkonsultasi ke Dokter Kandungan

Melakukan pemeriksaan rutin dengan dokter kandungan dapat membantu mendeteksi masalah kesehatan reproduksi lebih awal. Ini memungkinkan untuk mendapatkan perawatan jika diperlukan sebelum masalah kesuburan menjadi lebih serius.

Pertimbangkan Faktor Genetik

Kalau Anda memiliki riwayat keluarga dengan masalah kesuburan atau gangguan reproduksi tertentu, bicarakan dengan dokter Anda. Ini dapat membantu Anda memahami risiko dan langkah-langkah pencegahan yang sesuai.

Teratur Berolahraga dan Makan Seimbang

Olahraga yang teratur dan pola makan seimbang dapat mendukung kesuburan. Konsumsi makanan yang kaya akan nutrisi, seperti buah, sayuran, sumber protein sehat, dan biji-bijian utuh.

Pahami Siklus Menstruasi Anda

Mengikuti siklus menstruasi Anda dan memahami kapan ovulasi terjadi dapat membantu tingkatkan peluang kehamilan yang sukses. Ada alat-alat sederhana seperti tes ovulasi sehingga dapat membantu Anda memantau ovulasi.

Pertimbangkan Konseling Kesuburan

Jika Anda dan pasangan telah mencoba hamil selama lebih dari satu tahun tanpa keberhasilan, pertimbangkan untuk mencari bantuan dari spesialis kesuburan. Konseling kesuburan dapat membantu menentukan menjadi penyebab masalah kesuburan serta merencanakan perawatan yang sesuai.

Silahkan disimak juga: 15 Makanan yang Bagus Buat Ibu Hamil Preeklampsia

 

Suplemen yang Mungkin Bisa Membantu

Ada beberapa suplemen yang dapat membantu meningkatkan kesuburan wanita dan mendukung perjalanan menuju kehamilan. Dalam tulisan ini, kami akan membahas beberapa suplemen yang telah terbukti bermanfaat dalam mengatasi infertilitas wanita.

Asam Folat

Asam folat adalah salah satu suplemen yang paling penting bagi wanita yang ingin hamil. Asam folat membantu mencegah cacat tabung saraf pada janin yang dapat terjadi pada tahap awal kehamilan. Dosis harian yang direkomendasikan adalah 400 mikrogram (mcg) hingga 800 mcg.

Zat Besi

Kekurangan zat besi dapat memengaruhi kesuburan wanita. Suplemen besi dapat membantu meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah dan memastikan tubuh mendapatkan oksigen yang cukup. Ini dapat membantu meningkatkan kesuburan dan kesehatan reproduksi.

Koenzim Q10

Koenzim Q10 adalah antioksidan yang membantu meningkatkan kualitas sel telur. Wanita dengan kadar Q10 yang rendah pada tubuh mereka mungkin mengalami masalah kesuburan. Suplemen Q10 dapat membantu meningkatkan kualitas telur serta memperbaiki kesuburan.

Inositol

Inositol adalah senyawa yang dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin pada wanita dengan PCOS. sindrom ini merupakan salah satu penyebab umum infertilitas wanita. Suplemen inositol dapat membantu mengatur siklus menstruasi dan meningkatkan kesuburan.

L-arginin

L-arginin adalah asam amino yang dapat membantu meningkatkan aliran darah ke organ reproduksi wanita. Ini dapat meningkatkan fungsi ovarium dan meningkatkan peluang pembuahan. Namun, konsultasikan dengan dokter sebelum mengambil suplemen ini.

Omega-3

Asam lemak omega-3 seperti DHA dan EPA dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh dan mendukung kesehatan reproduksi. Suplemen omega-3 dapat membantu meningkatkan kualitas sel telur juga mengurangi risiko keguguran.

Vitex atau Chasteberry

Vitex atau chasteberry adalah tanaman herbal yang dapat membantu mengatur siklus menstruasi dan meningkatkan produksi hormon luteinizing (LH). Ini dapat membantu meningkatkan ovulasi dan kesuburan.

Sebelum memulai suplemen apa pun, penting untuk berkonsultasi dengan dokter Anda. Dokter Anda dapat menilai kebutuhan khusus Anda dan memberikan panduan tentang dosis yang tepat dan durasi penggunaan.

 

Sumber:

American Pregnancy Association. (2021). Alcohol and Fertility
Mayo Clinic. (2021). Uterine Fibroids
Office on Women’s Health, U.S. Department of Health and Human Services. (2021). Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) 
American College of Obstetricians and Gynecologists. (2020). Endometriosis

 

# beberapa faktor gangguan kesuburan #
# penyakit radang panggul menyebabkan infertilitas #
# infertilitas yang terjadi pada pria dan wanita #
# rumah sakit #
# kemadulan yang terjadi pada pria dan wanita #

 

Istilah-istilah Terkait (TAG)

Logo Nutrimax

Merek food supplement berkualitas terbaik, dengan lebih dari 70 produk. Semua produk Nutrimax telah teregistrasi di BPOM & Dijamin Halal.

Customer Care

Customer Care kami ada di seluruh Indonesia, siap membantu Anda (Setiap Hari kerja, 09:00 – 18:00). Klik link (area) di bawah sesuai domisili terdekat Anda: Jakarta, Bogor, Aceh, Sumut, Kepri, Jambi dll

Clarissa