Waspada ISPA di Musim Perubahan Cuaca: Penguatan Imunitas dan PHBS Jadi Kunci
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) kembali meningkat di berbagai wilayah di Indonesia, terutama pada periode perubahan cuaca yang ekstrem seperti saat ini dimana terjadi fluktuasi suhu yang drastis, hujan yang datang tiba-tiba, serta meningkatnya kelembapan ditambah lagi dengan kualitas udara yang buruk. Kondisi ini menyebabkan saluran pernapasan lebih rentan teriritasi dan mempermudah virus maupun bakteri masuk yang kemudian menginfeksi saluran pernapasan.
Fakta Terkini ISPA di Indonesia
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, ISPA secara konsisten menjadi salah satu penyebab kunjungan terbanyak di Puskesmas di seluruh Indonesia. Lebih dari 40% kunjungan rawat jalan setiap tahunnya berkaitan dengan ISPA. Riskesdas juga melaporkan bahwa anak usia di bawah 5 tahun adalah kelompok dengan insiden ISPA paling tinggi, terutama pada masyarakat dengan ventilasi rumah yang buruk atau paparan asap rokok pasif.
Lonjakan ISPA di DKI Jakarta Tahun 2025
Kasus ISPA di DKI Jakarta menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mencatat 1.966.308 kasus ISPA sejak Januari hingga Oktober 2025. Peningkatan jumlah kasus mulai teridentifikasi sejak Juli 2025, bertepatan dengan periode kualitas udara yang memburuk dan intensitas hujan yang mulai meningkat.
Lonjakan ISPA di DKI Jakarta sangat erat kaitannya dengan kualitas udara. Pada wilayah dengan indeks kualitas udara (PM2.5) termasuk kategori “Tidak Sehat”, kasus ISPA meningkat 2–3 kali lipat hanya dalam 24–48 jam. Fenomena ini tidak hanya terjadi di DKI Jakarta nanum terjadi juga di kota-kota besar di Indonesia seperti Bandung dan Surabaya. Lebih dari 25 – 30% kunjungan gawat darurat anak pada kota-kota tersebut didominasi oleh ISPA selama periode puncak polusi terjadi.
Penyebab Penyakit ISPA
ISPA adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan mulai dari hidung, tenggorokan, hingga paru-paru. Penyakit ini dapat disebabkan oleh berbagai patogen, termasuk virus (Rhinovirus, Influenza, RSV, Adenovirus) dan bakteri (Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae). Paparan polusi udara seperti asap kendaraan, asap rokok, dan asap dapur pada dapur tidak berventilasi juga menjadi pemicu utama iritasi saluran napas yang meningkatkan risiko ISPA.
Pada musim hujan dan peralihan cuaca, perubahan suhu drastis serta lingkungan yang lembap merupakan kondisi ideal bagi virus penyebab untuk berkembang dan menular lebih cepat dari orang ke orang lainnya.
Siapa yang Paling Rentan Mengalami ISPA?
Prof. dr. Hartono Gunawan, Ph.D., Sp.P(K), pakar penyakit paru dan respirasi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, menjelaskan bahwa kelompok paling rentan meliputi:
Anak balita, karena sistem imun belum optimal dan sering terpapar di lingkungan sekolah.
Lansia, terutama dengan penyakit penyerta seperti asma, diabetes, atau penyakit jantung.
Ibu rumah tangga, yang sering terpapar polusi dapur atau ventilasi yang tidak memadai.
Pekerja luar ruangan, yang terus-menerus terpapar polusi udara lalu lintas.
Gejala ISPA
Gejala ISPA umumnya muncul tiba-tiba dan dapat memburuk dengan cepat, antara lain:
Batuk kering atau berdahak
Hidung tersumbat atau pilek
Sakit tenggorokan
Demam
Sesak napas
Nyeri dada
Lemas
Hilangnya nafsu makan
Pada anak kecil, gejala tambahan seperti napas cepat, tarikan dinding dada ke dalam, dan tampak gelisah adalah tanda bahaya dan harus segera mendapatkan pertolongan medis.
Diagnosis dan Penanganan ISPA
Untuk menegakkan diagnosa ISPA, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan seperti:
Pemeriksaan fisik dan auskultasi paru
Tes antigen Influenza atau Respiratory Syncytial Virus (RSV)
Rontgen dada bila dicurigai pneumonia
Pemeriksaan darah untuk menilai infeksi bakteri atau komplikasi
Sebagian besar ISPA bersifat viral sehingga tidak memerlukan antibiotik. Penanganan utamanya bersifat suportif:
Pemberian cairan yang cukup
Obat penurun demam
Obat pelega tenggorokan
Istirahat optimal
Pengelolaan polusi dalam ruangan
Antibiotik hanya diberikan bila terbukti infeksi bakteri. Pada kasus berat seperti pneumonia, perawatan rumah sakit mungkin diperlukan.
ISPA merupakan salah satu penyakit yang hingga kini tetap menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Tingginya mobilitas penduduk, paparan polusi udara, kepadatan hunian, serta rendahnya implementasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi faktor utama yang mempercepat penyebaran penyakit ini.
Pencegahan ISPA: PHBS Jadi Fondasi Utama
ISPA dapat dicegah melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang konsisten. Beberapa langkah kunci meliputi:
Mencuci tangan dengan sabun
Dapat menurunkan risiko ISPA hingga 40–60%.
Menjaga kebersihan rumah dan ventilasi memadai
Sirkulasi udara yang baik menurunkan risiko penularan.
Menghindari asap rokok dan polusi dalam ruangan
Asap rokok adalah faktor risiko terbesar ISPA pada balita.
Menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan
Masker efektif mengurangi paparan polutan
Etika batuk dan bersin
Tutup hidung dan mulut menggunakan tisue atau siku bagian dalam
Imunisasi rutin
Termasuk Vaksin Influenza, Pneumokokus, dan Hib yang dapat menurunkan risiko ISPA berat.
Meningkatkan imunitas tubuh merupakan langkah penting untuk memperkuat pertahanan alami. Pola makan bergizi, olahraga, tidur cukup, serta suplementasi dapat mendukung fungsi imun lebih optimal.
Lengkapi Zat Gizi Harian Cegah ISPA
Untuk membantu menjaga daya tahan tubuh agar dapat bekerja optimal dalam menghadapi paparan virus dan bakteri penyebab ISPA, pastikan zat gizi harian terpenuhi. Tambahkan suplementasi berikut untuk bantu penuhi kebutuhan akan zat gizi:
Nutrimax Complete Multivitamins & Minerals mengandung 13 Vitamin dan 16 Mineral penting untuk memenuhi kebutuhan akan zat gizi harian. Dikombinasi dengan American Ginseng Extract, merupakan satu-satunya ginseng yang teruji klinis aman bagi penderita hipertensi. Dilengkapi juga dengan Ginger Extract yang bekerja sinergis untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menambah energi dan stamina serta melindungi tubuh dari penyakit. Beli di sini
Nutrimax Vitamin D3 1000 IU menggunakan Vitamin D3 Water Dispersible yang dapat meningkatkan kelarutan Vitamin D di saluran pencernaan, bermanfaat bagi mereka dengan pembatasan asupan lemak. Vitamin D berperan sebagai imunomodulator (memperbaiki sistem imun) dan anti inflamasi serta bermanfaat untuk menjaga kesehatan saluran pernapasan. Beli di sini
Nutrimax Bee Healthy mengandung kombinasi antara pollen dan propolis. Kombinasi ini kaya akan karbohidrat, lemak, asam amino, vitamin B kompleks yang berfungsi sebagai antibiotika alamiah yang mampu meningkatkan imunitas tubuh dalam melawan penyakit dan infeksi terutama menjaga Kesehatan saluran pernapasan. Beli di sini
Jika gejala batuk, pilek dan sakit tenggorokan terasa mengganggu, dapat mengonsumsi C&C Chewable with Red Ginger mengandung kombinasi 5 ekstrak herbal yaitu Ivy Leaf Extract, Thyme Extract, Licorice Extract, Elderberry Extract, dan Red Ginger Extract yang terbukti khasiatnya untuk meredakan batuk kering, batuk berdahak, serta gejala pilek dan influenza. Beli di sini
Sumber:
Antara News. 2025. Dinkes DKI catat 1,9 juta kasus ISPA hingga Oktober 2025 - Link
Detik Health. 2025. DKI Catat 1,9 Juta Kasus Penyakit Mirip COVID, Segera Periksa Jika Alami Gejala Ini - Link
Kemenkes. 2025. ISPA pada Anak (Penanganan dan Pencegahan) - Link
RRI. 2025. Kasus ISPA Meningkat, Puskesmas Tingkatkan Pelayanan - Link
UMJ. 2025. Pakar Kedokeran UMJ: Perubahaan Iklim dan Polusi Udara Picu Lonjakan Kasus ISPA di DKI Jakarta - Link