Hipertensi Paru: Sulit Dikenali, Namun Mematikan
Hipertensi paru termasuk penyakit langka, namun penyakit ini dapat dialami siapa saja. Penyakit ini sulit dikenali dan sering terlambat terdiagnosis karena gejalanya mirip dengan masalah kesehatan lain. Hipertensi paru atau pulmonary hypertension merupakan suatu kondisi ketika tekanan darah dalam arteri paru meningkat di atas batas normal sehingga membuat jantung kanan bekerja jauh lebih keras untuk memompa darah menuju paru-paru. Jika proses ini berlangsung lama, dinding jantung kanan dapat mengalami penebalan hingga pelebaran, yang pada akhirnya berisiko menyebabkan gagal jantung kanan.
Bagaimana hipertensi paru dapat terjadi?
Hipertensi paru terjadi ketika pembuluh darah di paru-paru menyempit, kaku, atau tersumbat. Akibatnya, aliran darah menuju paru-paru terhambat sehingga jantung kanan harus memompa lebih kuat. Berdasarkan pedoman European Society of Cardiology (ESC) dan European Respiratory Society (ERS), hipertensi paru didefinisikan sebagai peningkatan mean pulmonary arterial pressure (mPAP) ≥ 20 mmHg yang hanya dapat ditegakkan melalui pemeriksaan kateterisasi jantung kanan atau Right Heart Catheterization.
Penyebab Hipertensi Paru
Penyebab hipertensi paru sangat bervariasi, mulai dari kelainan langsung pada pembuluh darah paru hingga akibat penyakit organ lain. Kelompok penyebab yang paling dikenal adalah Pulmonary Arterial Hypertension (PAH) yaitu kondisi ketika arteri paru mengalami penyempitan atau kekakuan akibat proses patologis tertentu, seperti penyakit jaringan ikat (misalnya skleroderma), faktor genetik, infeksi HIV, atau kelainan jantung bawaan.
Selain itu, hipertensi paru sering terjadi pada pasien dengan penyakit jantung kiri seperti gangguan katup mitral atau gagal jantung. Kelompok ini merupakan penyebab tersering terjadinya hipertensi paru. Penyakit paru kronis, seperti PPOK dan fibrosis paru, juga dapat memicu tekanan tinggi di arteri paru akibat rendahnya kadar oksigen yang berlangsung lama. Pada beberapa kasus, bekuan darah yang tidak menghilang sempurna di pembuluh paru dapat menimbulkan kondisi yang disebut Chronic Thromboembolic Pulmonary Hypertension (CTEPH). Ada pula kelompok penyebab lain yang bersifat multifaktorial dan terkait kelainan metabolik maupun hematologis.
Gejala Hipertensi Paru
Gejala hipertensi paru pada umumnya muncul secara perlahan sehingga sering tidak disadari. Pada tahap awal, penderita biasanya merasakan napas mulai pendek saat beraktivitas. Keluhan ini kerap disalahartikan sebagai kelelahan biasa atau penurunan kebugaran.
Namun, seiring waktu, gejala dapat berkembang menjadi
Mudah Lelah
Jantung berdebar
Nyeri dada
Pusing hingga hampir pingsan
Pembengkakan pada tungkai akibat penumpukan cairan.
Pada kasus yang lebih berat, bibir dan kuku dapat tampak kebiruan sebagai tanda kurangnya suplai oksigen ke jaringan tubuh. Keterlambatan mengenali gejala-gejala ini menjadi alasan utama mengapa banyak kasus hipertensi paru baru terdiagnosis pada stadium lanjut.
Bagaimana Cara Mendiagnosisnya?
Untuk memastikan diagnosis hipertensi paru, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan.
Ekokardiografi atau USG jantung
Ekokardiografi atau USG jantung biasanya menjadi langkah awal untuk menilai tekanan paru secara tidak langsung dan melihat kondisi jantung kanan.
Right Heart Catheterization
Jika hasil Ekokardiografi atau USG jantung mengarah pada dugaan hipertensi paru, pemeriksaan Right Heart Catheterization diperlukan karena hanya pemeriksaan ini yang dapat mengukur tekanan di arteri paru secara akurat.
CT-scan atau High-Resolution CT
CT-scan atau High-Resolution CT dapat membantu mengevaluasi kondisi jaringan paru
Ventilation-Perfusion (V/Q) Scan
Ventilation-Perfusion (V/Q) Scan digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya sumbatan kronis sebagai penyebab CTEPH (Chronic Thromboembolic Pulmonary Hypertension)
Bagaimana Penanganannya?
Penanganan hipertensi paru sangat bergantung pada penyebabnya.
Pada PAH (Pulmonary Arterial Hypertension), terapi khusus seperti endothelin receptor antagonist, PDE-5 inhibitor, prostacyclin analog, atau soluble guanylate cyclase stimulator dapat diberikan untuk melebarkan pembuluh darah paru dan memperbaiki sirkulasi.
Pada hipertensi paru yang disebabkan penyakit jantung kiri, fokus utama adalah memperbaiki fungsi jantung melalui obat-obatan atau tindakan pada katup jantung jika diperlukan.
Pada kondisi yang dipicu penyakit paru, penanganan akan difokuskan pada terapi paru, seperti bronkodilator atau oksigen suplementer.
Pada pasien dengan CTEPH (Chronic Thromboembolic Pulmonary Hypertension), tindakan operasi seperti pulmonary endarterectomy dapat menjadi solusi yang efektif dan bahkan memungkinkan kesembuhan. Bagi pasien yang tidak dapat menjalani operasi, balloon pulmonary angioplasty atau terapi obat seperti Riociguat dapat menjadi alternatif.
Selain terapi utama, pasien sering memerlukan perawatan pendukung seperti diuretik untuk mengurangi pembengkakan, antikoagulan pada kondisi tertentu, vaksinasi influenza serta pneumokokus untuk mencegah infeksi paru, hingga program rehabilitasi paru untuk membantu meningkatkan kapasitas fungsional. Gaya hidup sehat seperti berhenti merokok, menghindari aktivitas berat berlebihan, menjaga berat badan ideal, serta memenuhi asupan nutrisi seimbang juga sangat penting dalam mendukung kualitas hidup pasien.
Dalam beberapa kondisi, suplemen dapat digunakan sebagai pendukung kesehatan penderita hipertensi paru terutama untuk menjaga fungsi jantung dan pembuluh darah.
Nutrimax Co-Q10: Mengandung Coenzyme Q10 (CoQ10), yaitu antioksidan yang berperan dalam produksi energi sel sehingga dapat membantu meningkatkan fungsi mitokondria dan kesehatan jantung. Suplemen ini dapat digunakan sebagai pendukung untuk meningkatkan energi pada sel otot jantung, membantu fungsi pembuluh darah, mengurangi stres oksidatif yang bisa memperburuk kondisi kardiovaskular. Beli di sini
Nutrimax Circu Health: Mengandung Fruitflow®II (branded ingredient from DSM) yang membantu proses pembekuan darah tetap normal. Fruitflow juga membantu mengurangi tekanan darah dengan membantu melebarkan pembuluh darah dengan cara menghambat aktivitas ACE (Angiotensin-Converting Enzyme). Dikombinasi dengan Standardized Grape Seed Extract 95% yang berfungsi memperbaiki sirkulasi darah, memperkuat pembuluh darah dan mencegah berbagai penyakit kardiovaskular. Beli di sini
Nutrimax Omega 3 Pro: Mengandung Omega 3 dan Vitamin E yang bermanfaat untuk kesehatan pembuluh darah dan membantu mengurangi peradangan. Omega 3 Berperan dalam produksi zat prostaglandin yang mengatur hampir seluruh proses (termasuk kardiovaskular) yang berlangsung dalam tubuh. Beli di sini
Nutrimax Omega Complex: Mengandung Omega 3, 6, 9 dan Vitamin E, yang dapat mendukung kesehatan jantung, membantu melancarkan sirkulasi darah, serta menjaga keseimbangan lipid dan tekanan darah. Beli di sini
Dengan pemahaman yang tepat, diagnosis dini, pengobatan sesuai pedoman, serta dukungan gaya hidup sehat, pasien hipertensi paru dapat menjalani kehidupan yang lebih aktif dan berkualitas. Edukasi dan kewaspadaan menjadi kunci untuk mencegah keterlambatan diagnosis yang kerap terjadi pada penyakit ini.
Sumber:
American Lung Association. 2025. Pulmonary Hypertension - Link
ESC & ERS. 2019. Guidelines for the Diagnosis and Treatment of Pulmonary Hypertension - Link
Health Kompas. 2021. Kenali Apa Itu Hipertensi Paru, Gejala, dan Penyebabnya - Link
Kompas Tren. 2023. Kenali Hipertensi Pulmonal: Jenis, Penyebab hingga Pengobatannya - Link
Simonneau G, et al. 2019. Haemodynamic Definitions and Updated Clinical Classification of Pulmonary Hypertension. - Link