Infeksi Berulang dan Hubungannya dengan Stunting

https://nutrimax.co.id/storage/img/article/infeksi-berulang-dan-hubungannya-dengan-stunting.webp
January 9, 2026 - Tim Nutrimax

Stunting masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar bagi anak-anak di Indonesia. Meski kerap dikaitkan dengan kurangnya asupan gizi, penyebab stunting sejatinya lebih kompleks dan melibatkan berbagai faktor, termasuk kondisi kesehatan anak sehari-hari.

Salah satu pemicu penting yang sering luput dari perhatian adalah infeksi berulang. Ketika seorang anak sering jatuh sakit, baik karena diare, ISPA, maupun cacingan, tubuhnya mengalami tekanan yang menghambat proses tumbuh kembang secara optimal. 

Memahami bagaimana infeksi berulang dapat memicu stunting menjadi langkah awal yang penting untuk mencegah risiko gagal tumbuh pada anak, sekaligus mendorong upaya perlindungan yang lebih menyeluruh di tingkat keluarga dan lingkungan.

Mekanisme Infeksi Berulang dalam Menyebabkan Stunting

Berikut beberapa mekanisme biologis dan perilaku melalui mana infeksi berulang dapat menghambat pertumbuhan anak:

  • Penurunan Nafsu Makan

    Saat sakit, anak umumnya kehilangan selera makan. Hal ini berujung pada asupan nutrisi harian yang tidak mencukupi untuk kebutuhan pertumbuhan.

  • Gangguan Penyerapan Nutrisi

    Infeksi saluran pencernaan (misalnya diare atau cacingan) dapat merusak struktur usus atau fungsi penyerapan, sehingga meskipun anak makan, tubuhnya tidak dapat menyerap nutrisi penting secara optimal. 

  • Peningkatan Kebutuhan Energi 

    Saat tubuh melawan infeksi, kebutuhan energi dan vitamin/mineral meningkat. Bila asupan tidak ditingkatkan, tubuh akan “mengorbankan” nutrisi yang seharusnya dipakai untuk pertumbuhan agar bisa menang melawan infeksi. 

  • Gangguan pada Fungsi Pertumbuhan & Sistem Imun 

    Infeksi berulang dapat melemahkan sistem imun dan mempengaruhi proses metabolisme serta hormon pertumbuhan, sehingga menghambat pertumbuhan anak.


    Akibat kombinasi mekanisme tersebut, anak yang sering sakit, terutama di masa balita, memiliki peluang lebih besar untuk gagal tumbuh dan mengalami stunting.

Contoh Infeksi yang Sering Dikaitkan dengan Stunting

Berdasarkan penelitian di berbagai wilayah, beberapa infeksi yang paling sering dikaitkan dengan kejadian stunting adalah:

  • Diare. Infeksi saluran cerna, terutama jika terjadi dengan frekuensi tinggi atau berulang. 

  • Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Khususnya jika terjadi berulang, berkaitan signifikan dengan stunting. 

  • Cacingan/Parasit Usus. Infeksi ini dapat mengganggu penyerapan gizi dan menyebabkan kehilangan nutrisi krusial.

  • Penyakit infeksi lain yang berulang dan lingkungan hidup/pola sanitasi buruk, secara kumulatif dapat memperbesar risiko stunting.

Peran Sanitasi dan Lingkungan dalam Mencegah Infeksi dan Stunting

Temuan dari literatur menunjukkan bahwa kondisi lingkungan berkualitas, yaitu akses terhadap air bersih, sanitasi yang layak, jamban yang higienis, dan praktik kebersihan (cuci tangan, penyimpanan air/makanan aman), berperan penting dalam mengurangi kejadian infeksi berulang, khususnya diare dan cacingan. 

Upaya perbaikan sanitasi serta akses terhadap air minum bersih sebaiknya dikombinasikan dengan intervensi gizi dan pelayanan kesehatan (termasuk imunisasi, pemberian obat cacing, dan pemantauan kesehatan) agar efek protektif terhadap stunting bisa optimal. 

 

Upaya Pencegahan dan Intervensi

Untuk mencegah stunting yang dipicu infeksi berulang, strategi berikut direkomendasikan:

  • Menjamin asupan gizi yang cukup dan seimbang, terutama protein, vitamin, dan mineral sehingga tubuh anak memiliki cadangan gizi saat menghadapi infeksi.

  • Memastikan akses terhadap air bersih serta sanitasi dan kebersihan lingkungan yang baik untuk mengurangi paparan patogen penyebab infeksi.

  • Melaksanakan imunisasi dan program kesehatan rutin (termasuk pengobatan cacing, perawatan bila sakit, pemantauan pertumbuhan).

  • Mengedukasi keluarga tentang praktik kebersihan seperti cuci tangan, penyimpanan makanan/minuman yang aman, dan pentingnya perawatan kesehatan anak.

  • Intervensi terpadu antara gizi, kesehatan lingkungan, dan pelayanan medis akan lebih efektif dalam menurunkan risiko stunting dibanding intervensi tunggal.

 

Untuk membantu menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh anak secara maksimal, pertimbangkan untuk memberikan suplemen nutrisi berikut sebagai pendukung kebutuhan hariannya.

  • Nutrimax C+ Junior mengandung Calcium Ascorbate, merupakan Vitamin C yang aman bagi lambung dan ginjal serta lebih mudah diserap oleh tubuh sehingga mampu meningkatkan daya tahan tubuh anak terhadap penyakit dan infeksi. Beli di sini.

  • Nutrimax Rainbow Kidz mengandung 13 vitamin, 10 mineral, 5 nutrisi lain dan blueberry extract untuk mendukung proses tumbuh kembang yang optimal serta menjaga anak agar tidak mudah sakit. Beli di sini. 

  • Nutrimax Nutri Kidz mengandung multivitamin dan mineral dengan komposisi lengkap dan seimbang, mencukupi kebutuhan nutrisi anak untuk mengoptimalkan proses tumbuh kembang baik fisik maupun mental. Selain itu, menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh anak. Beli di sini.


Sumber:

Kemenkes. 2018. Ini Penyebab Stunting pada Anak - Link

Mayapada Clinic. 2024. Mudah Alami Infeksi Bisa Jadi Salah Satu Ciri Stunting Pada Anak - Link

Nurmaliani, dkk. 2025. Hubungan Penyakit Infeksi dengan Stunting pada Balita  - Link

Suratri, dkk. 2025. The Relationship between Infectious Diseases and Stunting among Toddlers in Indonesia - Link

Loading...
Please wait ...
whatsapp