Waspada Bahaya Tersembunyi di Dapur: Peralatan Sehari-hari yang Berisiko bagi Kesehatan

https://nutrimax.co.id/storage/img/article/waspada-bahaya-tersembunyi-di-dapur-peralatan-sehari-hari-yang-berisiko-bagi-kesehatan.webp
January 27, 2026 - Tim Nutrimax

Dapur sering dianggap sebagai tempat paling aman untuk menyiapkan makanan sehat bagi keluarga. Namun, tanpa disadari, beberapa peralatan dapur yang digunakan setiap hari justru dapat menjadi sumber paparan mikroplastik, bahan kimia berbahaya, dan logam berat. Paparan ini terjadi secara perlahan melalui makanan dan minuman yang kita konsumsi.

Jika berlangsung dalam jangka panjang, zat-zat tersebut dapat berdampak serius pada kesehatan. Berikut beberapa peralatan dapur yang perlu diwaspadai, beserta dampak dan alternatif yang lebih aman.

1. Talenan Plastik

Talenan plastik, terutama yang sudah lama digunakan dan penuh goresan, berpotensi melepaskan mikroplastik saat terkena gesekan pisau. Penelitian dari North Dakota State University menunjukkan bahwa penggunaan talenan plastik dapat menghasilkan 1.536 hingga 7.680 serpihan mikroplastik setiap kali digunakan. Selain itu, semakin banyak goresan pada talenan maka kemungkinan bakteri yang terperangkap pada talenan.

Dampak bahaya: Mikroplastik yang masuk ke dalam tubuh dapat mengiritasi dinding usus, mengganggu penyerapan nutrisi, memicu peradangan, mengganggu hormon, hingga meningkatkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, dan kanker.

Alternatif lebih aman: Gunakan talenan dari kayu, bambu, atau kaca tempered.

 

2. Spatula dan Peralatan Masak Plastik

Spatula plastik sering digunakan saat memasak dengan suhu tinggi. Panas dapat mempercepat pelepasan mikroplastik serta bahan kimia berbahaya seperti BPA (Bisphenol-A) dan BPS (Bisphenol-S) ke dalam makanan. Ahli biomedik IPB University, Benedikta Diah Saraswati, menjelaskan bahwa banyak spatula silikon berharga murah sebenarnya merupakan campuran silikon dan plastik. Ciri-cirinya antara lain mudah berubah warna, terlalu murah, atau berbau kimia menyengat.

Dampak bahaya: BPA dan phthalate merupakan endocrine disruptors yang dapat mengganggu hormon, menurunkan kesuburan, meningkatkan risiko resistensi insulin, mengganggu perkembangan janin, hingga memicu kanker.

Alternatif lebih aman: Gunakan spatula dari kayu, stainless steel, atau silikon food grade asli.

3. Wajan Anti Lengket (Teflon)

Wajan antilengket berbahan PTFE (teflon) sebenarnya aman jika digunakan dengan benar. Namun, jika wajan tergores parah atau dipanaskan di atas 300°C, dapat melepaskan partikel dan gas berbahaya. Kondisi ini dikenal sebagai polymer fume fever atau flu teflon.

Dampak bahaya: Paparan jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker (testis dan ginjal), gangguan hormon tiroid, melemahkan sistem imun, gangguan reproduksi, kerusakan hati, serta pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko preeklampsia dan bayi lahir dengan berat badan rendah.

Alternatif lebih aman: Gunakan wajan besi cor (cast iron), stainless steel, atau keramik berkualitas tinggi.

4. Wadah Plastik Bekas untuk Microwave

Penggunaan wadah plastik berulang kali di microwave, terutama yang tidak berlabel microwave-safe, dapat mempercepat degradasi plastik sehingga berpotensi melepaskan mikroplastik serta bahan kimia berbahaya seperti PFAS (polifluoroalkil), phthalates, dan BPA.

Dampak bahaya: PFAS, yang dikenal sebagai “bahan kimia abadi”, berisiko meningkatkan kejadian kanker, menurunkan fungsi sistem imun, mengganggu sistem reproduksi, serta memicu keterlambatan perkembangan pada anak.

Alternatif lebih aman: Gunakan wadah dari kaca, keramik, atau stainless steel.

5. Rempah-rempah Impor yang Terkontaminasi Logam Berat

Beberapa rempah impor berisiko mengandung logam berat seperti timbal (Pb), kadmium (Cd), dan arsenik (As) akibat pencemaran lingkungan atau proses produksi yang kurang higienis.

Dampak bahaya:

Timbal: menurunkan IQ dan daya ingat pada anak

Kadmium: menyebabkan gangguan ginjal

Arsenik: meningkatkan risiko kanker kulit, paru-paru, dan kandung kemih

Tips aman: Pilih rempah dari produsen terpercaya, bersertifikat, dan tidak berwarna terlalu mencolok.

6. Pembersih Dapur Kimiawi

Cairan pembersih dapur umumnya mengandung bahan kimia keras seperti natrium hipoklorit, amonia, dan alkali kuat yang, apabila residunya tertinggal pada peralatan makan, berpotensi ikut tertelan.

Dampak bahaya: Iritasi saluran pencernaan, gangguan pernapasan, dan alergi kulit.

Alternatif alami: Gunakan cuka, baking soda, air lemon, atau sabun ramah lingkungan.

7. Spons Dapur Bekas

Spons dapur yang digunakan terlalu lama dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur, serta melepaskan mikroplastik akibat serat yang terurai. Penelitian yang berjudul Viability Discrimination of Bacterial Microbiomes in Home Kitchen Dish Sponges menemukan sekitar 20 jenis bakteri patogen pada spons dapur bekas, termasuk E. coli dan Salmonella. Fakta lainnya, mencuci atau memanaskan spons di microwave tidak sepenuhnya efektif dalam membunuh bakteri.

Dampak bahaya: Kontaminasi silang pada alat makan, risiko keracunan makanan, dan paparan mikroplastik tambahan.

Tips aman: Ganti spons setiap minggu atau gunakan sikat berbahan alami.

Menjaga kebersihan dapur saja belum cukup; penting pula memperhatikan jenis dan kondisi peralatan dapur yang digunakan sehari-hari. Dengan memilih bahan yang aman serta mengganti peralatan yang rusak atau usang, paparan zat berbahaya dapat diminimalkan sehingga kesehatan seluruh anggota keluarga lebih terlindungi.

Selain itu, kesehatan juga perlu dirawat dari dalam tubuh melalui pola makan seimbang, kebersihan makanan, dan penerapan gaya hidup sehat. Namun, karena paparan zat berbahaya dari lingkungan sehari-hari sulit dihindari sepenuhnya, konsumsi suplemen yang tepat dapat menjadi dukungan tambahan untuk membantu menjaga kesehatan tubuh tetap optimal.

  • Nutrimax Glutoxidant: mengandung S-Acetyl-Glutathione (Emothion®) merupakan bentuk Glutathione yang memiliki penyerapan optimal karena tidak dirusak oleh asam lambung, paling stabil di dalam darah. Dikombinasikan dengan Milk Thistle untuk mengoptimalkan proses detoksifikasi dari dalam tubuh serta Sebagai antioksidan alami untuk melindungi tubuh dari radikal bebas yang merusak serta mencegah dari risiko penyakit degeneratif (kanker, tumor, hipertensi). Beli di sini. 

  • Nutrimax Livomax: Kombinasi Milk Thistle dan ekstrak herbal lainnya yang dapat mengoptimalkan fungsi organ hati/liver dan ginjal dalam proses pembuangan racun dan logam berat dari dalam tubuh, termasuk mikroplastik. Beli di sini. 

  • Nutrimax Livogard: mengandung Milk Thistle Seed Extract (Silymarin) dan Curcuma domestica Rhizoma Extract yang telah terbukti mampu meregenerasi sel liver (hati) yang rusak dan mengatasi peradangan serta melindungi liver dari racun dan zat-zat yang dapat membahayakan kesehatan liver. Beli di sini. 

  • Green Max: mengombinasikan 2 superfood yaitu Chlorella Extract dan Spirulina Extract yang mengandung berbagai macam nutrisi penting untuk mengoptimalkan detoksifikasi racun dan logam berat (seperti cadmium) yang dapat mengganggu keseimbangan sistem metabolisme tubuh. Beli di sini. 

Sumber :

Bioplast. 2025. Mikroplastik dan Bahayanya bagi Kesehatan Manusia - Link

Detik Food. 2025. Spons Dapur Lebih Kotor dari Toilet! Ini Fakta yang Sebenarnya - Link

Detik Health. 2025. Pakar IPB Beberkan Ciri-ciri Spatula Berisiko Kanker, Tak Aman Dipakai - Link

Doctordrehealth. 2025. Remove This From Your Kitchen Now, It Could Cause Cancer! Youtube - Link

Gadgetdiva. 2024. Bahaya Flu Teflon: Risiko di Balik Alat Masak Anti Lengket - Link

Kompas. 2023. Studi Penggunaan Talenan Plastik Buat Makanan Terpapar Mikroplastik - Link

Merdeka. 2025. Bahaya Menggunakan Wadah Plastik di Freezer dan Microwave yang Perlu Diketahui - Link

Loading...
Please wait ...
whatsapp