Asbes Berbahaya Bagi Tubuh, tapi Masih Legal di Indonesia
Indonesia masih menjadi salah satu negara yang memperbolehkan penggunaan asbes, jenis chrysotile, dan bahkan tercatat sebagai importir asbes terbesar di Asia Tenggara. Meskipun begitu, kesadaran masyarakat mengenai bahaya asbes terhadap kesehatan masih tergolong rendah. Padahal, berbagai lembaga kesehatan dunia telah menegaskan bahwa paparan asbes merupakan ancaman serius yang mampu menimbulkan penyakit mematikan.
Apa itu Asbes?
Asbes adalah kelompok mineral silikat yang terbentuk secara alami dan memiliki struktur serat halus yang sangat kuat, tahan panas, serta tahan bahan kimia. Karakter inilah yang membuat asbes dulu dianggap sebagai bahan bangunan “ideal”, terutama untuk:
Atap gelombang rumah
Pipa dan talang
Bahan pengeras semen
Komponen otomotif tertentu
Jenis asbes yang masih digunakan di Indonesia adalah chrysotile (asbes putih), meskipun lebih dari 60 negara telah sepenuhnya melarang semua bentuk asbes karena risiko kesehatannya.
Bahaya Tersembunyi dari Atap Berbahan Asbes
Atap asbes yang terlihat kokoh ternyata menyimpan risiko ketika mulai menua, lapuk, retak, atau rusak. Pada kondisi tersebut, serat asbes dapat terlepas ke udara. Jika terhirup, serat mikroskopis ini dapat masuk ke paru-paru dan menetap selama bertahun-tahun tanpa bisa dikeluarkan tubuh secara alami.
Menurut lembaga kesehatan internasional seperti WHO (2024) dan panduan kesehatan regional (NSW Health, 2025), paparan asbes dapat menyebabkan penyakit serius, termasuk:
Asbestosis
Penyakit peradangan dan jaringan parut pada paru-paru akibat paparan jangka panjang. Penderitanya mengalami sesak napas kronis dan kerusakan paru permanen.
Mesothelioma
Kanker langka tetapi sangat mematikan yang menyerang selaput paru atau rongga perut. Hampir seluruh kasus mesotelioma dikaitkan dengan paparan asbes.
Kanker Paru
Paparan asbes, terutama pada pekerja konstruksi dan pabrik, meningkatkan risiko kanker paru bahkan tanpa faktor risiko lain seperti merokok.
Penyakit Paru Kronis Lainnya
Serat asbes dapat menyebabkan penebalan pleura, gangguan pernapasan, serta penyakit paru kronis yang berkembang secara perlahan.
Yang lebih mengkhawatirkan, penyakit akibat asbes memiliki masa laten 20–40 tahun sehingga gejala baru muncul jauh setelah seseorang tidak lagi terpapar.
Mengapa Indonesia Belum Melarang Asbes?
Hingga 2025, Indonesia masih memperbolehkan penggunaan chrysotile dengan alasan keterjangkauan harga dan industri yang masih bergantung pada bahan ini. Namun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes, 2025) telah menekankan perlunya transisi menuju Indonesia bebas asbes, mengingat risiko kesehatannya jauh lebih besar daripada manfaat ekonominya.
Banyak negara yang telah lama melarang asbes, antara lain Jepang, Uni Eropa, Australia, dan sebagian besar negara Amerika Latin. Hal ini menunjukkan bahwa alternatif bahan bangunan yang aman sebenarnya sudah tersedia.
Perlindungan Diri dari Bahaya Akibat Asbes
Masyarakat masih dapat menemukan atap asbes di rumah, sekolah, kantor, serta bangunan publik lainnya. Karena itu, langkah perlindungan sangat penting:
Hindari Mengutak-atik Atap Asbes
Jangan memotong, mengebor, mengamplas, atau membersihkan atap asbes menggunakan tekanan tinggi.
Gunakan APD Jika Harus Bekerja Dekat Asbes
Masker respirator (minimal P2 atau N95), sarung tangan, dan pakaian pelindung sangat dianjurkan.
Jangan Membakar atau Memecahkan Asbes
Tindakan ini dapat melepaskan serat dalam jumlah besar ke udara.
Gunakan Jasa Pengelola Limbah Berizin
Jika ingin mengganti atap asbes lama, gunakan tenaga ahli yang tersertifikasi untuk mencegah paparan selama proses bongkar.
Ventilasi yang Baik
Bangunan dengan atap asbes sebaiknya memiliki ventilasi cukup agar serat yang mungkin terlepas tidak terakumulasi di dalam ruangan.
Produk Pengganti yang Lebih Aman
Saat ini sudah tersedia berbagai alternatif bahan bangunan yang dapat menggantikan fungsi asbes, misalnya, atap metal ringan, atap fiber semen bebas asbes, atap polikarbonat, atap bitumen dan atap uPVC. Produk-produk ini lebih aman, tidak melepas serat berbahaya, serta memiliki ketahanan yang baik untuk iklim tropis Indonesia.
Kesadaran Diri terhadap Bahaya Asbes
Meskipun masih digunakan luas di Indonesia, asbes membawa risiko kesehatan yang tidak boleh diabaikan. Serat asbes adalah karsinogen yang dapat menyebabkan penyakit mematikan, termasuk kanker paru dan mesotelioma. Lebih dari 60 negara telah melarangnya, dan Indonesia perlu segera melakukan transisi menuju bahan bangunan yang lebih sehat.
Kesadaran masyarakat serta dukungan regulasi pemerintah sangat penting untuk mewujudkan lingkungan yang lebih aman,sejalan dengan kampanye Kemenkes untuk menghadirkan “Indonesia menghirup udara bersih tanpa asbes.” Dukung juga kesehatan tubuh dengan konsumsi:
Nutrimax Squalene 2000 mengandung 100% Squalene murni yang berasal dari hasil ekstraksi hati ikan hiu laut dalam yang membantu mengatasi gangguan pada sistem pernapasan. Beli di sini
Nutrimax IM Shield merupakan suplemen kesehatan lebih dari sekadar peningkat daya tahan tubuh karena juga merupakan antioksidan kuat. Membantu mengatasi berbagai gangguan pernapasan. Sangat dianjurkan bagi perokok untuk menjaga kesehatan paru-paru. Beli di sini
Nutrimax Bee-Healthy merupakan kombinasi sinergis antara pollen dan propolis yang mampu meningkatkan pertahanan tubuh dalam melawan penyakit dan infeksi serta menjaga kesehatan sistem pernapasan. Beli di sini
Sumber:
Kemenkes. 2025. Saatnya Indonesia Menghirup Udara Bersih Tanpa Asbes Mengakhiri Bahaya yang Tak Terlihat - Link
NSW Health. 2025. Asbestos and Health Risks - Link
WHO. 2024. Asbestos - Link