Jangan Disamakan, Ini Perbedaan Asam Urat dan Rematik

https://nutrimax.co.id/storage/img/article/jangan-disamakan-ini-perbedaan-asam-urat-dan-rematik.webp
December 24, 2025 - Tim Nutrimax

Banyak orang masih mengira asam urat dan rematik adalah penyakit yang sama karena sama-sama menyebabkan nyeri dan kaku pada sendi. Padahal, jika ditelusuri lebih jauh, perbedaan asam urat dan rematik cukup signifikan, mulai dari gejala, penyebab, hingga cara pengobatannya. Kesalahan memahami dua kondisi ini bisa membuat penanganan menjadi tidak tepat. Berikut adalah ulasan mengenai perbedaan rematik dan asam urat yang dikemas secara ringkas dan mudah dipahami.

Perbedaan Gejala dan Lokasi Nyeri

Meski sama-sama menyerang sendi, pola nyeri pada asam urat dan rematik memiliki ciri khas yang berbeda. Rematik atau rheumatoid arthritis biasanya menyerang sendi-sendi kecil seperti jari tangan dan pergelangan. Nyeri muncul secara simetris, artinya jika satu sisi tubuh sakit, sisi lainnya sering ikut merasakan hal yang sama. Kekakuan sendi umumnya paling terasa di pagi hari setelah bangun tidur dan dapat berlangsung cukup lama.

Sebaliknya, asam urat atau gout lebih sering menyerang sendi besar, terutama jempol kaki. Nyeri muncul cenderung tidak simetris, datang tiba-tiba, dan sering kali terasa sangat nyeri. Keluhan asam urat kerap muncul di malam hari saat tubuh beristirahat dan dapat disertai pembengkakan hebat serta demam

Penyebab Utama Rematik dan Asam Urat

Perbedaan paling mendasar antara asam urat dan rematik terletak pada penyebabnya. Rematik merupakan penyakit autoimun, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan sehat, khususnya lapisan sendi (sinovium). Peradangan kronis yang terjadi dapat menyebabkan kerusakan sendi secara bertahap jika tidak ditangani dengan baik.

Sementara itu, asam urat umumnya disebabkan oleh gangguan metabolisme, yaitu tingginya kadar asam urat dalam darah. Kelebihan asam urat ini dapat membentuk kristal tajam di dalam sendi. Konsumsi makanan tinggi purin, seperti jeroan, daging merah, dan makanan laut tertentu, sering menjadi pemicu meningkatnya kadar asam urat.

Proses Diagnosis dan Pemeriksaan Medis

Karena gejalanya sekilas mirip, dokter perlu melakukan pemeriksaan medis untuk memastikan diagnosis. Lokasi nyeri, pola serangan, serta riwayat kesehatan menjadi petunjuk awal yang penting. Pada kasus asam urat, pemeriksaan biasanya berfokus pada kadar asam urat dalam darah atau cairan sendi. Sedangkan pada rematik, dokter akan mencari tanda peradangan autoimun melalui pemeriksaan laboratorium, seperti faktor rheumatoid, protein C-reaktif, dan laju endap darah. Pemeriksaan seperti rontgen atau MRI dapat membantu melihat kondisi sendi, tetapi hasil tes laboratorium tetap menjadi penentu utama diagnosis.

Perbedaan Pengobatan Asam Urat dan Rematik

Meskipun sama-sama dapat menggunakan obat pereda nyeri atau anti-inflamasi untuk mengatasi keluhan akut, pengobatan jangka panjang asam urat dan rematik sangat berbeda. Pada rematik, terapi difokuskan untuk mengendalikan sistem imun menggunakan obat jenis DMARDs agar peradangan tidak terus merusak sendi. Penanganan ini biasanya bersifat jangka panjang dan memerlukan pengawasan rutin dari tenaga medis.

Sementara itu, pengobatan asam urat bertujuan menurunkan kadar asam urat dalam tubuh dengan obat-obatan seperti allopurinol atau colchicine. Selain itu, pengaturan pola makan rendah purin menjadi bagian penting agar serangan asam urat tidak sering kambuh. Semua pengobatan tetap harus dilakukan sesuai anjuran tenaga medis.

Apakah Asam Urat dan Rematik Bisa Dicegah?

Asam urat lebih bisa dikontrol melalui perubahan gaya hidup. Menjaga pola makan, membatasi makanan tinggi purin dan rajin berolahraga, dapat membantu menurunkan risiko asam urat. Hal ini berbeda dengan rematik (khususnya yang bersifat autoimun) yang penyebab pastinya belum diketahui, sehingga pencegahan total masih sulit dilakukan. Meski begitu, menjalani gaya hidup sehat, berhenti merokok, dan tetap aktif bergerak sangat penting untuk menjaga kesehatan sendi dan mengurangi risiko perburukan kondisi.

Menjaga kesehatan sendi tidak cukup hanya dengan mengandalkan obat-obatan atau perubahan kebiasaan harian. Dalam jangka panjang, tubuh membutuhkan dukungan nutrisi yang konsisten agar fungsi sendi tetap optimal dan keluhan tidak mudah kambuh. Untuk menjaga keseimbangan fungsi tubuh dan kesehatan sendi, penggunaan suplemen kesehatan yang mengandung vitamin, mineral, dan serat pendukung bisa menjadi pilihan. 

  • Nutrimax Uricare mengandung Celery Herba Extract, Devil’s Claw Radix Extract, Turmeric Rhizoma Extract, White Willow Cortex Extract, Alfalfa Herba Extract dan Sida rhombifolia Herba Extract yang efektif bekerja untuk menormalkan kadar asam urat dalam darah, mengurangi rasa sakit/nyeri dan mengoptimalkan kerja ginjal untuk mencegah pembentukan dan memecah kristal asam urat untuk dibuang melalui urin. Beli di sini.

  • Nutrimax Joint Champ merupakan produk persendian tanpa kandungan glukosamin sehingga aman dikonsumsi penderita Diabetes Melitus, memiliki cara kerja yang cepat dan natural dengan merangsang sistem imun memperbaiki sendi yang rusak. Diformulasikan untuk membantu mengatasi osteoarthiritis (OA) dengan cara menghilangkan rasa sakit dan radang akibat rematik. Beli di sini.

Sumber: 

Mayo Clinic. 2025. Rheumatoid arthritis - Link

Mayo Clinic. 2022. Gout - Link

Mitra Keluarga. 2024. Kenali Ciri-Ciri Asam Urat, Penyebab, dan Pengobatannya. Sering Tidak Disadari! - Link

Healthline. 2024. Do I Have Rheumatoid Arthritis or Gout? - Link

Loading...
Please wait ...
whatsapp