Kasus Flu Subclade K Melonjak di AS, Eropa, dan Jepang, Tetap Siaga Tanpa Panik
Virus flu varian baru bernama Influenza A (H3N2) subclade tipe K tengah menjadi perhatian dunia. Varian ini telah dilaporkan di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Eropa, Jepang, Inggris, hingga Kanada. Di beberapa wilayah, kasus meningkat lebih cepat dari perkiraan, memicu peringatan resmi dari otoritas kesehatan setempat. Varian ini diklaim menyebar lebih cepat dan dapat menyebabkan gejala lebih parah, terutama pada kelompok yang rentan.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) melaporkan bahwa pada pekan yang berakhir 6 Desember, kunjungan ke dokter akibat gejala flu seperti demam, batuk, dan sakit tenggorokan mencapai 3,2 persen. Angka ini sudah melewati ambang batas nasional yang menandakan flu mulai memasuki fase wabah. Mayoritas virus flu yang dianalisis di laboratorium AS musim ini adalah subclade K, turunan dari virus influenza A tipe H3N2.
Fenomena serupa juga terjadi di wilayah Eropa. WHO menyatakan bahwa setidaknya 27 dari 38 negara di wilayah Eropa melaporkan aktivitas influenza tinggi, dengan lebih dari separuh pasien yang memiliki gejala mirip flu dinyatakan positif di enam negara, termasuk Irlandia, Serbia, Slovenia, dan Inggris.
Menurut Hans Henri Kluge, Direktur Regional WHO untuk Eropa, varian flu musiman baru subklade A (H3N2) K menyumbang hingga 90% dari semua kasus flu yang dikonfirmasi di wilayah Eropa. Musim flu ini diperkirakan akan mencapai puncaknya pada akhir Desember 2025 atau awal Januari 2026.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gejala Influenza A (H3N2) subclade tipe K pada dasarnya mirip dengan flu musiman biasa, yaitu demam tinggi tiba-tiba, batuk kering, nyeri otot, sakit tenggorokan, sakit kepala, pusing, dan kelelahan. Beberapa laporan bahkan menunjukkan nyeri tubuh yang intens dan kelelahan ekstrem pada banyak pasien.
Pada anak-anak, infeksi flu kadang disertai mual, muntah, atau diare, gejala yang lebih sering terlihat pada populasi muda. Pada orang dewasa, kelelahan berat dan batuk yang menetap adalah gejala umum.
Untuk kelompok yang rentan, seperti lansia, anak kecil, perempuan hamil, dan mereka dengan penyakit kronis, flu ini bisa menyebabkan komplikasi serius, termasuk pneumonia atau kebutuhan untuk rawat inap.
Mengapa Daya Tahan Tubuh Sangat Penting?
Di tengah munculnya varian baru flu Influenza A (H3N2) subclade tipe K, daya tahan tubuh menjadi garis pertahanan pertama tubuh. Sistem imunitas yang kuat akan membantu tubuh untuk melawan virus, mengurangi keparahan gejala, mempercepat proses pemulihan dan mencegah komplikasi serius terutama pada kelompok berisiko tinggi seperti anak, ibu hamil dan lansia.
Cara Menjaga dan Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Menghadapi musim flu dan liburan, terutama dengan munculnya varian baru Influenza A (H3N2) subclade K, menjaga daya tahan tubuh menjadi sangat penting. Ada berbagai langkah sederhana namun efektif yang dapat dilakukan setiap hari untuk menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh:
Penuhi asupan zat gizi harian: Konsumsi makanan dengan gizi seimbang, konsumsi protein tinggi, perbanyak konsumsi sayur dan buah serta konsumsi cairan cukup (8-9 gelas per hari).
Tidur cukup dan berkualitas yang idealnya 7–8 jam setiap malam. Tetapkan jadwal tidur yang konsisten, hindari gadget sebelum tidur, dan ciptakan lingkungan kamar yang nyaman dan tenang.
Kelola stres dengan baik. Stres tinggi dapat menurunkan daya tahan tubuh. Lakukan relaksasi, yoga atau teknik mengatur pernapasan untuk mengurangi stres.
Olahraga ringan secara rutin seperti jalan kaki, lari santai, bersepeda, senam, yoga, atau lompat tali. Aktivitas fisik akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan mengurangi stres.
Terapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat: Cuci tangan secara rutin dengan menggunakan air sabun dan air mengalir, gunakan masker saat sakit, dan hindari kontak dekat dengan orang sakit terutama di ruangan tertutup atau tempat ramai.
Selain pola hidup sehat seperti makan bergizi, tidur cukup, dan olahraga, kita juga bisa mendukung imunitas tubuh dengan suplemen. Pilihlah suplemen yang mengandung herbal, vitamin C, D3, dan Zinc yang membantu meredakan gejala influenza seperti batuk, pilek, dan radang tenggorokan dan meningkatkan daya tahan tubuh seperti:
Nutrimax C&C Syrup, kombinasi 4 herbal yang terbukti klinis untuk membantu mengatasi batuk, pilek dan influenza pada anak-anak dan dewasa. Tidak menyebabkan kantuk, sehingga dapat di konsumsi kapan saja. Beli di sini.
Nutrimax C&C Chewable with Red Ginger yang diformulasikan dalam bentuk tablet hisap yang praktis digunakan untuk mengatasi batuk, pilek dan influenza, tidak menyebabkan kantuk serta menggunakan pemanis alami dari stevia yang aman untuk penderita Diabetes Melitus. Beli di sini.
Nutrimax Bee-Healthy merupakan kombinasi sinergis antara pollen dan propolis yang kaya akan karbohidrat, lemak, asam amino, vitamin B kompleks yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan pernapasan. Beli di sini.
Nutrimax IM Shield yang mengandung Calcium Ascorbate (Vitamin C bebas asam dan aman di lambung), Natural Vitamin E, Vitamin D3 water dispersible, Selenium, OptiZinc™ serta Standardized Turmeric Extract (min. 20% Curcumin) untuk meningkatkan daya tahan tubuh untuk mencegah influenza. Beli di sini.
Sumber:
Detik. 2025. Flu 'Menggila' di AS Disebut Varian Baru, China-Jepang Ikut Dihantui Lonjakan Kasus - Link
The Guardian. 2025. New Flu Strain Putting Severe Pressure On Healthcare Across Europe, Says Who - Link
VOI. 2025. Kasus Flu Naik Tajam di AS, Varian Baru Subclade K Mendominasi - Link