Mengejutkan! Ini Manfaat Puasa Untuk Kesehatan Yang Didukung Fakta Ilmiah!
Puasa telah dipraktikkan selama ribuan tahun, baik sebagai bagian dari ibadah keagamaan maupun tradisi budaya. Namun dalam beberapa dekade terakhir, puasa juga menarik perhatian dunia medis dan ilmiah karena potensinya dalam meningkatkan kesehatan metabolik, menjaga fungsi sel, serta mendukung kesehatan mental. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar, tetapi merupakan proses biologis kompleks yang memengaruhi hampir seluruh sistem tubuh.
Meningkatkan Sensitivitas Insulin dan Kesehatan Metabolik
Saat tubuh berpuasa, terjadi perubahan sumber energi utama. Dalam kondisi makan normal, tubuh menggunakan glukosa sebagai bahan bakar. Namun ketika asupan makanan dihentikan selama beberapa jam, kadar insulin menurun dan cadangan glikogen di hati mulai habis. Tubuh kemudian beralih menggunakan lemak sebagai sumber energi melalui proses lipolisis dan pembentukan badan keton.
Perubahan metabolik ini dikenal sebagai metabolic switching, dan dianggap sebagai salah satu kunci utama manfaat puasa. Studi yang dipublikasikan dalam The New England Journal of Medicine menjelaskan bahwa peralihan metabolisme ini dapat meningkatkan efisiensi energi sel dan memperbaiki sensitivitas insulin.
Salah satu manfaat puasa yang paling banyak diteliti adalah kemampuannya dalam meningkatkan sensitivitas insulin. Resistensi insulin merupakan faktor utama dalam perkembangan diabetes tipe 2 dan sindrom metabolik.
Puasa membantu menurunkan kadar insulin basal dan meningkatkan respons sel terhadap insulin. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat menurunkan kadar gula darah puasa pada individu dengan kelebihan berat badan atau prediabetes. Dengan kata lain, puasa dapat membantu tubuh mengelola gula darah dengan lebih efisien dan menurunkan risiko penyakit metabolik.
Meningkatkan Sistem Imun dan Efek Anti-Inflamasi
Inflamasi kronis tingkat rendah merupakan akar dari banyak penyakit, termasuk penyakit jantung, diabetes, dan kanker. Puasa terbukti dapat menurunkan penanda inflamasi seperti C-reactive protein (CRP), TNF-α, dan IL-6 pada beberapa kelompok studi.
Selain itu, puasa dapat memengaruhi regenerasi sel imun. Penelitian menunjukkan bahwa periode puasa tertentu dapat merangsang regenerasi sel darah putih melalui mekanisme peremajaan sistem imun, terutama setelah stres metabolik. Hal ini menjelaskan mengapa puasa sering dikaitkan dengan peningkatan ketahanan tubuh dan perbaikan respons imun secara keseluruhan.
Manfaat Psikologis dan Kesehatan Mental
Selain manfaat fisik, puasa juga memiliki dimensi psikologis. Selama puasa, banyak orang merasakan peningkatan kesadaran diri, pengendalian diri, dan stabilitas emosional. Secara biologis, puasa dapat memengaruhi neurotransmiter seperti serotonin dan dopamin, serta menurunkan fluktuasi gula darah yang sering dikaitkan dengan perubahan suasana hati. Dalam konteks spiritual, puasa juga memberi ruang refleksi dan pengendalian diri yang berdampak positif pada kesehatan mental.
Puasa dan Fungsi Otak
Manfaat puasa tidak hanya dirasakan oleh tubuh, tetapi juga otak. Selama puasa, produksi brain-derived neurotrophic factor (BDNF) dapat meningkat. BDNF berperan penting dalam pembentukan koneksi saraf baru, peningkatan daya ingat dan pembelajaran, perlindungan neuron dari stres oksidatif.
Selain itu, penggunaan badan keton sebagai sumber energi alternatif bagi otak dinilai lebih efisien dan stabil dibandingkan glukosa. Hal ini dapat menjelaskan mengapa sebagian orang merasakan adanya peningkatan fokus, kejernihan berpikir, dan stabilitas emosi saat berpuasa.
Puasa dan Proses Perbaikan Sel (Autofagi)
Manfaat puasa yang banyak dibahas dalam literatur ilmiah adalah hubungannya dengan autofagi. Autofagi merupakan proses alami sel untuk membersihkan dan mendaur ulang komponen yang rusak, seperti protein abnormal dan sel yang tua.
Selama Ramadan, tubuh kita dipaksa untuk beradaptasi dengan waktu makan yang sama selama tiga puluh hari. Proses autofagi pun akan rutin dilakukan oleh tubuh sehingga puasa dapat dimanfaatkan sebagai sarana membersihkan diri dari dalam. Autofagi berperan dalam menjaga kualitas sel, mengurangi akumulasi protein rusak, mendukung fungsi mitokondria, Bahkan dapat membantu menurunkan risiko penyakit neurodeneratif.
Menjalankan ibadah puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga tubuh tetap bugar agar aktivitas sehari-hari dan ibadah dapat dilakukan secara optimal. Perubahan pola makan dan waktu istirahat selama Ramadan membuat tubuh memerlukan asupan nutrisi yang seimbang untuk menjaga daya tahan tubuh, energi, serta kesehatan pencernaan. Untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut, berbagai produk dari Nutrimax dapat menjadi pilihan pendamping nutrisi selama puasa, mulai dari vitamin dan mineral untuk menjaga imunitas, suplemen penunjang stamina, hingga produk yang mendukung kesehatan lambung dan pencernaan. Beberapa suplementasi dapat menjadi pendukung agar puasa tetap berjalan optimal yaitu:
Nutrimax Complete Multivitamins & Minerals: mengandung kombinasi 13 vitamin dan 13 mineral penting untuk kebutuhan nutrisi harian, ditambah ekstrak American Gingseng dan Redgine™ (branded ingredient untuk Red Ginger Extract) yang bekerja sinergis untuk mendukung kesehatan dan vitalitas tubuh selama menjalankan ibadah puasa. Selama puasa, perubahan pola makan dan jeda asupan nutrisi yang lebih panjang dapat membuat tubuh lebih mudah lelah dan daya tahan menurun. Kandungan multivitamin dan mineral dalam produk ini membantu menjaga metabolisme energi tetap optimal, mendukung fungsi sistem imun, serta membantu mengurangi rasa lelah dan lesu. Beli di sini.
Nutrimax IM-Shield: mengandung Vitamin C bebas asam (Calcium Ascorbate), Natural Vitamin E, Vitamin D3 water dispersible, Selenium (dari Selohvita), OptiZinc® serta Standardized Turmeric Extract (min. 20% Curcumin) yang bekerja sinergis untuk meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus sebagai antioksidan. Selama periode puasa, tubuh mengalami perubahan pola makan yang dapat menurunkan ketersediaan nutrisi penting yang mendukung fungsi imun. Suplemen ini membantu memperkuat sistem pertahanan tubuh terhadap virus, bakteri, dan patogen lain, sekaligus melindungi sel imun dari kerusakan akibat radikal bebas melalui efek antioksidan dari vitamin C, D, E, zinc, selenium, dan curcumin. Beli di sini.
Nutrimax B Complex: mengandung berbagai vitamin B esensial seperti B1, B2, B3, B5, B6, B12, asam folat, dan biotin yang berperan penting dalam metabolisme energi sel dan fungsi sistem saraf. Selama puasa, tubuh mengandalkan cadangan energi dan mengalami perubahan pola makan yang dapat memengaruhi stamina serta konsentrasi. Vitamin B kompleks membantu proses konversi karbohidrat, protein, dan lemak menjadi energi, sehingga tubuh tetap bertenaga meskipun asupan makanan terbatas pada waktu sahur dan berbuka. Beli di sini.
Nutrimax Stomach Care: Mengandung Deglycyrrhizinated Licorice (DGL), Chamomile, L-Glutamine, Calcium Citrate, Dandelion Root, Barley Extract, Aloe Vera, Beta Carotene, Alfalfa dan Ginger Extract tidak hanya mengurangi rasa sakit/nyeri akibat maag tetapi juga mampu mengontrol produksi asam lambung, mempercepat penyembuhan luka/iritasi serta mengurangi produksi gas dan kembung pada saluran pencernaan. Dengan kondisi lambung yang lebih nyaman, tubuh bisa menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang dan fokus pada aktivitas harian maupun ibadah. Beli di sini.
Nutrimax Joint Champ: Mengandung 3 branded ingredients yang sudah terbukti secara klinis untuk menjaga kesehatan persendian yaitu UC-II®(undenatured (native) chicken collagen type II), AFLAPIN® (patented Boswellia serrata extract. Min. 20% AKBA) dan OptiMSM® (patented methylsulfonylmethane dengan kemurnian diatas 99% setelah melalui 4 kali proses destilasi) bekerja sinergis untuk dapat membantu menjaga kenyamanan dan mobilitas sendi, sehingga dapat menjalankan aktivitas ibadah puasa seperti shalat dengan lebih lancar, tanpa gangguan ketidaknyamanan pada persendian. Beli di sini.
Manfaat optimal diperoleh jika puasa dilakukan secara terencana, dikombinasikan dengan pola makan bergizi, aktivitas fisik, tidur cukup, dan manajemen stres yang baik. Puasa dengan pemilihan suplemen yang tepat juga menjadikan ibadah puasa lebih nyaman dan penuh energi untuk dijalani.
Sumber:
Bujak, et al., 2015. Ampk Activation of Muscle Autophagy Prevents Fasting-Induced Hypoglycemia. Cell Metabolism, 21(6), pp.883–890 - Link
de Cabo, R. & Mattson. 2019. Effects of Intermittent Fasting on Health, Aging, and Disease. New England Journal Of Medicine, 381(26), pp. 2541–2551 - Link
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. 2025. Puasa untuk Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental - Link
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. 2022. Apa Saja Manfaat Berpuasa - Link
Kurniasari, dkk. 2022. Peran Selenium dalam Proses Autophagy. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Link
Mattson, et al. 2018. Intermittent Metabolic Switching, Neuroplasticity and Brain Health, Nature Reviews Neuroscience, 19, pp. 63–80 - Link
Metabolism Journal Review. 2024. Impact of Fasting on The Ampk And Pgc-1α Axis in Rodent and Human Skeletal Muscle. Metabolism - Link