Memahami Grey Divorce: Perceraian di Usia Senja
Grey Divorce merupakan perceraian yang terjadi pada pasangan usia lanjut sekitar usia 50 hingga 60 tahun lebih dan sudah melewati pernikahan yang panjang. Grey Divorce juga dikenal sebagai “silver splitting” atau “diamond divorce”. Sebenarnya fenomena ini bukanlah hal baru. Di negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada, Jepang, dan sejumlah negara Eropa, grey divorce menunjukkan peningkatan signifikan beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan Very Well Mind, penelitian yang dilakukan pada tahun 2022 mengenai riwayat perceraian pada usia lanjut menunjukkan bahwa angka perceraian pada orang dewasa dan lansia meningkat sejak 1970. Pada 1990, terdapat sekitar 8,7% pernikahan di antara orang-orang berusia di atas 50 tahun yang berakhir dengan perceraian. Pada 2019, angka tersebut meningkat menjadi 36%.
Sementara di Indonesia, mengutip dari CNBC Indonesia, berdasarkan data Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, sepanjang periode 2020 hingga 2024, angka cerai tertinggi berasal dari laki-laki usia 52 tahun ke atas, dengan total mencapai sekitar 202.333 orang. Pada perempuan, meski bukan kelompok tertinggi, tetapi angka perceraian usia 50 tahun ke atas juga tergolong signifikan.
Menurut dr. Imran Pambudi, MPHM selaku Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan RI saat dihubungi detikcom, yang telah mengutip berbagai studi, bahwa Grey Divorce sering terjadi setelah anak-anak dewasa dan keluar dari rumah (empty nest), dengan usia pernikahan panjang antara 20 hingga 40 tahun.
Penyebab Grey Divorce
Perubahan peran setelah anak dewasa (empty nest syndrome)
Empty nest syndrome adalah istilah untuk menggambarkan perasaan sedih atau hampa yang kerap dialami para orang tua saat anaknya meninggalkan rumah. Orang tua seringkali merasa gelisah, kesepian, mudah marah hingga mudah tersinggung.
Komunikasi yang kurang terbuka
Kurangnya komunikasi yang jujur dan terbuka dapat menyebabkan kesenjangan komunikasi dengan pasangan sehingga seringkali terjadi konflik yang dipendam, hal ini akan memperlebar jarak emosional.
Kesehatan fisik & mental
Depresi merupakan salah satu kondisi kesehatan yang dapat menurunkan kualitas hubungan pasangan. Kekurangan vitamin B berisiko mengganggu kesehatan mental karena vitamin ini berperan dalam sintesis neurotransmiter yang mengatur suasana hati dan transmisi impuls saraf, sehingga defisiensinya dapat meningkatkan risiko depresi, kecemasan, demensia, dan penyakit Alzheimer.
Dampak dari Grey Divorce
Dampak Psikologis
Secara psikologis, dr. Imran Pambudi, MPHM menjelaskan, perceraian setelah puluhan tahun menikah dapat memicu kehilangan identitas diri, terutama pada pasangan yang selama ini mendefinisikan hidupnya melalui peran dalam pernikahan. Grey divorce berpotensi menimbulkan perasaan kesepian dan kesedihan, tidak hanya kehilangan pasangan, tetapi juga kehilangan rutinitas, kebiasaan, dan rasa kebersamaan yang dibangun selama puluhan tahun.
Dampak Sosial & Ekonomi
Berdasarkan sisi sosial dan ekonomi, dr. Imran menyebutkan bahwa perceraian di usia tua kerap berujung pada penurunan stabilitas finansial, seperti pembagian aset, biaya hidup yang meningkat karena harus hidup terpisah, hingga keterbatasan kemampuan bekerja di usia lanjut menjadi tantangan tersendiri.
Upaya Pencegahan Grey Divorce
Mengutip dari detikcom, Kemenkes mengatakan bahwa grey divorce perlu disikapi dengan pendekatan healthy aging yang menyeluruh. Pendekatan tersebut dapat dilakukan dengan menekankan pada kesehatan fisik, kesehatan mental, dukungan sosial, kesiapan ekonomi, dan kebermaknaan hidup di usia lanjut. Sehingga, pasangan bisa mempertahankan pernikahannya dan mereka yang telah bercerai dapat menjalani masa tua dengan kualitas hidup yang lebih baik.
Ciptakan Momen Romantis
Seperti melakukan hobi dan olahraga bersama. Menurut dr. Imran, ibadah bersama juga dapat memperkuat ikatan batin pasangan yang dapat membantu pasangan lebih sabar dan empatik. Selain itu, pentingnya kesadaran diri untuk mengelola emosi saat menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi seperti pensiun, menopause, atau penurunan kesehatan.
Menjadi Tim saat Menua
Saling menghormati, memberi ruang bagi pasangan untuk berkembang, serta menerima perubahan menjadi kunci agar pernikahan tetap sehat. Apabila konflik sulit diselesaikan, mencari bantuan profesional, seperti konseling pernikahan dapat dilakukan.
Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental
Kesehatan fisik yang dijaga dapat menciptakan kondisi mental yang sehat karena salah satu kondisi yang bisa menurunkan kualitas hubungan pada pasangan adalah adanya masalah mental, seperti stres berkepanjangan dan depresi.
Untuk mendukung keharmonisan pernikahan, suplemen yang mengandung herbal dan vitamin dapat dikonsumsi guna menjaga kesehatan mental, reproduksi, serta memperbaiki keseimbangan hormon seksual.
Nutrimax Stamina X, merupakan kombinasi herbal eksotik yang mampu bekerja secara sinergis untuk meningkatkan energi dan stamina, melancarkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh serta membantu mengatasi gangguan seksual dan menjaga kesuburan. Selain itu dapat membantu menjaga keseimbangan hormon seks seperti testosterone dan estrogen serta meningkatkan gairah seksual baik pada pria maupun wanita. Beli di sini.
Nutrimax Wild Yam Extract and Black Pepper Extract mengandung DHEA yang berperan penting dalam proses regenerasi sel tubuh yang sudah rusak serta menjaga keseimbangan hormonal tubuh. Plus Black Pepper Extract (minimal 50% Piperine) yang bermanfaat untuk meningkatkan penyerapan bioavailabilitas DHEA di dalam tubuh. Bermanfaat untuk membantu menjaga kesehatan organ reproduksi, meningkatkan kesuburan, meningkatkan gairah seksual serta mengatasi stress, depresi dan kelelahan. Beli di sini.
Nutrimax B Complex, mengandung semua jenis Vitamin B dalam rasio yang seimbang untuk memenuhi semua kebutuhan tubuh akan Vitamin B agar mampu bekerja secara sinergis untuk kesehatan tubuh yang lebih baik. Kandungan vitamin B1, B6, B9 dan B12 berperan dalam menjaga fungsi kognitif otak dan sistem saraf yang dapat membantu mengatasi kelelahan mental dan depresi. Serta kandungan vitamin B9, B6, dan B12 yang membantu mengontrol kadar homosistein dalam darah untuk mencegah hipertensi. Beli di sini.
Jika memiliki penyakit degeneratif, dapat dikombinasikan dengan:
Nutrimax Diagard: Membantu menjaga kadar gula darah pada penderita diabetes melitus serta mencegah komplikasi nya. Beli di sini.
Nutrimax Ultra Garlic: Mengandung ekstrak bawang putih yang tidak berbau (Power Gar®) untuk membantu menormalkan tekanan darah dan menormalkan kadar trigliserida dan kolesterol darah. Beli di sini.
Nutrimax Circu Health: Bermanfaat untuk melancarkan sirkulasi darah, menormalkan proses pembekuan darah dan mencegah berbagai penyakit kardiovaskular dan stroke. Beli di sini.
Nutrimax Omega 3 Pro/Omega Complex: Mengandung asam lemak esensial untuk membantu menormalkan kadar kolesterol dan trigliserida serta melancarkan sirkulasi darah. Beli di sini.
Sumber:
Alodokter. 2025. Empty Nest Syndrome, Perasaan Hampa Saat Anak Meninggalkan Rumah - Link
CNBC Indonesia. 2025. Fenomena Grey Divorce Meningkat di Seluruh Dunia, Apa Maksudnya? Link
Detik. 2025. Grey Divorce dan Trennya yang Mulai Meningkat di Indonesia - Link
DetikHealth. 2025. Saran Kemenkes Cegah Grey Divorce usai Puluhan Tahun Nikah: Jangan Pura-pura Bahagia - Link
DetikHealth. 2025. Dampak Gray Divorce yang Tak Terlihat: Lansia Kesepian-Risiko Depresi Meningkat - Link
Kreyenfeld, M., & Schmauk, S. 2025. "Chapter 15: Widowhood and Grey Divorce". In Research Handbook on Partnering across the Life Course. Cheltenham, UK: Edward Elgar Publishing. Retrieved Dec 22, 2025, from - Link
Al Mansoori, dkk. 2021. The Effects of Bariatric Surgery on Vitamin B Status and Mental Health. Nutrients, 13(4), 1383. - Link