Fakta Mengejutkan: Tren Obesitas Anak Dunia Meningkat, Indonesia Ikut Terdampak!
Obesitas pada anak kini menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling banyak dibahas. Tidak sedikit orang tua yang khawatir ketika melihat berat badan anak yang terus meningkat pesat. Dalam Child Nutrition Report 2025 berjudul Feeding Profit: How Food Environments Are Failing Children, UNICEF melaporkan lonjakan signifikan prevalensi obesitas di negara berpenghasilan rendah dan menengah selama 20 tahun terakhir.
Menurut data dari WHO lebih dari 390 juta anak dan remaja di seluruh dunia berusia 5–19 tahun mengalami kelebihan berat badan pada tahun 2022. Prevalensi kelebihan berat badan (termasuk obesitas) di kalangan anak dan remaja berusia 5–19 tahun telah meningkat drastis dari hanya 8% pada tahun 1990 menjadi 20% pada tahun 2022.
Indonesia pun menghadapi persoalan yang sama. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) dan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 2013–2023, angka obesitas pada remaja usia 13–18 tahun meningkat hampir dua kali lipat. Tak hanya remaja, masalah kelebihan berat badan juga terjadi pada anak-anak. Survei Kesehatan Indonesia 2023 mencatat prevalensi kegemukan dan obesitas mencapai 19,7% pada anak usia 5–12 tahun, serta 16% pada kelompok usia 13–15 tahun.
Apa Itu Obesitas?
Menurut World Health Organization (WHO), obesitas adalah penumpukan lemak yang berlebihan pada tubuh sehingga berpotensi mengganggu kesehatan.
Untuk menentukan seorang anak termasuk obesitas atau tidak dapat dilakukan pengukuran yang disebut indeks massa tubuh (IMT). IMT anak didasarkan pada berat dan tinggi badan anak dibandingkan dengan anak-anak lain dengan usia dan jenis kelamin yang sama menggunakan grafik pertumbuhan. Dalam penilaian status gizi anak, obesitas ditetapkan bila Indeks Massa Tubuh (IMT) berada pada persentil ke-95 atau lebih berdasarkan usia dan jenis kelamin.
Apa Penyebab dan Faktor Risiko Obesitas pada Anak?
Banyak faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan obesitas pada anak antara lain:
Faktor genetik. Jika seorang anak berasal dari keluarga yang cenderung mudah mengalami kenaikan berat badan, anak tersebut memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami obesitas.
Gen dan hormon. Terkadang, perubahan pada gen tertentu dapat berperan dalam obesitas anak. Begitu pula kondisi yang berkaitan dengan hormon dan berbagai proses lain yang terjadi di dalam tubuh.
Kebiasaan makan. Sering mengonsumsi makanan cepat saji yang mengandung banyak gula tambahan, lemak jenuh, atau natrium dapat menyebabkan anak mengalami obesitas.
Kurang gerak. Anak-anak sudah banyak yang terpapar dengan gadget seperti smartphone, tablet, dan console gaming, sehingga membuat mereka malas untuk bergerak. Anak-anak yang tidak cukup bergerak setiap hari lebih mungkin mengalami kenaikan berat badan.
Bahayakah Obesitas pada Anak?
Obesitas pada anak merupakan kondisi serius yang dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental mereka. Secara fisik, anak berisiko mengalami berbagai penyakit tidak menular sejak dini, seperti diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, hingga gangguan pernapasan saat tidur. Lebih dari itu, obesitas juga dapat mengganggu perkembangan tulang dan sendi karena beban tubuh yang berlebihan. Dari sisi psikologis, anak yang obesitas kerap menjadi korban perundungan atau merasa rendah diri, yang pada akhirnya memengaruhi kesehatan mental serta prestasi belajar mereka.
Bagaimana Cara Mencegah Obesitas pada Anak?
Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah obesitas pada anak:
Terapkan pola makan bergizi seimbang. Berikan anak makanan bergizi lengkap dengan buah, sayur, protein, dan batasi makanan tinggi gula, garam, serta lemak jenuh.
Lakukan aktivitas fisik yang rutin. Anak dianjurkan aktif bergerak minimal 60 menit per hari, baik lewat olahraga maupun permainan aktif.
Kurangi waktu screen time. Tetapkan batas waktu untuk screen time yang harus diikuti oleh semua orang di rumah. Dorong anak-anak untuk melakukan hal-hal yang tidak melibatkan layar.
Beri edukasi dan teladan orang tua. Anak lebih mudah meniru kebiasaan sehat jika orang tua juga menjalani pola makan seimbang dan rutin beraktivitas.
Obesitas Anak dan Kecukupan Gizi
Anak yang obesitas belum tentu mendapatkan gizi baik, mungkin juga mengalami malnutrisi atau nutrisi yang salah. Mereka kelebihan kalori dan lemak, tetapi kurang asupan protein, vitamin, mineral dan serat. Hal ini disebabkan karena umumnya telalu banyak mengonsumsi makanan cepat saji yang tinggi lemak, tinggi garam, dan tinggi gula.
Vitamin, mineral, dan serat secara alami terkandung dalam sayur dan buah segar, nutrisi penting yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh makanan instan atau olahan. Namun kenyataannya, banyak anak masih enggan mengonsumsi sayur dan buah setiap hari, sehingga kebutuhan vitamin, mineral, dan serat sering kali tidak terpenuhi secara optimal. Untuk membantu mencukupi asupan harian tersebut, orang tua dapat mempertimbangkan pemberian suplemen, seperti:
Nutrimax Rainbow Kidz, mengandung 13 vitamin, 10 mineral, dan 5 nutrisi lain yang dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral anak. Menggunakan branded ingredients sehingga kualitas lebih baik dibandingkan bahan baku biasa. Rainbow Kidz merupakan sirup multivitamin anak - anak paling lengkap yang ada di pasaran saat ini dengan komposisi seimbang untuk mendukung proses tumbuh kembang yang optimal. Beli di sini.
Nutrimax Teen MX, dengan kombinasi sinergis 15 vitamin, 13 mineral, 5 herbal dan 2 asam amino, yang diformulasikan khusus untuk membantu melengkapi kebutuhan vitamin, mineral dan serat remaja. Sehingga dapat mendukung proses tumbuh kembang baik fisik maupun mental remaja. Beli di sini.
Nutrimax Green Max, mengandung kombinasi 2 superfood yaitu Chlorella dan Spirulina yang bisa membantu mencukupi kebutuhan serat harian anak. Dapat dikonsumsi dari usia anak-anak hingga lansia. Beli di sini.
Sumber:
BRIN. 2024. Tantangan dan Strategi Penanganan Obesitas pada Anak dan Remaja - Link
Mayoclinic. 2025. Obesity Childhood - Link
UNICEF. 2025. Obesity Exceeds Underweight for The First Time Among School-Age Children and Adolescents Globally - Link
WHO. 2025. Obesity and Overweight - Link