Ketika Lari Jadi Berbahaya: Kenali Penyebab Kolaps dan Cara Mencegahnya!
Dalam beberapa tahun terakhir, tren lari di Indonesia meningkat secara signifikan. Berbagai event lari selalu berhasil menarik ribuan peserta dari berbagai kalangan. Hal ini mencerminkan makin tingginya kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat dengan berolahraga. Namun, olahraga yang terlihat menyenangkan ini sebenarnya juga dapat menimbulkan risiko kesehatan jika dilakukan tanpa persiapan yang memadai dan tanpa memahami batas kemampuan tubuh.
Dalam beberapa tahun terakhir, insiden kolaps saat berlari dilaporkan semakin sering terjadi, baik pada pelari amatir maupun atlet rekreasional. Banyak pelari yang terlihat bugar, tetapi sebenarnya memiliki masalah jantung yang tidak disadari. Agar lebih memahami risikonya, kita perlu mengetahui apa yang terjadi pada tubuh saat berlari intens dan bagaimana cara mencegah kolaps.
Mengapa Kolaps Bisa Terjadi Saat sedang Berlari?
Lari merupakan salah satu olahraga yang memiliki banyak manfaat terutama untuk kesehatan jantung. Namun, bila dilakukan berlebihan dan tanpa persiapan, beban pada jantung justru meningkat.
Durasi lari yang panjang: Lari jarak jauh dengan jangka waktu yang lama dapat meningkatkan tekanan pada sistem kardiovaskular (jantung) terutama apabila tidak melakukan persiapan atau latihan yang cukup.
Henti jantung mendadak : aktivitas fisik yang berat dapat memicu terjadinya gangguan irama jantung (aritmia), yang membuat jantung tidak efektif dalam memompa darah ke seluruh tubuh sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya kolaps.
Adrenalin meningkat saat berlari intens: Saat berlari intens, tubuh melepaskan hormon adrenalin yang dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Jika pelari memiliki riwayat penyakit jantung atau memiliki gangguan jantung yang tidak disadari, maka risiko terjadinya kolaps juga semakin besar.
Tanda Bahaya Tubuh Saat Berlari
Tubuh biasanya memberikan peringatan sebelum kondisi memburuk. Waspadai tanda-tanda berikut:
Nyeri dada
Sesak napas berat
Jantung berdebar tidak teratur
Pusing, pandangan kabur, atau terasa hampir pingsan
Keringat dingin
Kram hebat atau tubuh bergetar tidak normal
Lemas mendadak
Ujung jari membiru akibat kekurangan oksigen
Jika muncul tanda-tanda ini; segera hentikan lari, jangan memaksakan diri, dan cari bantuan.
Faktor Risiko Yang Sering Diabaikan
Banyak pelari tidak menyadari bahwa mereka memiliki faktor risiko berikut:
Riwayat penyakit jantung, kolesterol dan tekanan darah tinggi
Tidak melakukan pemeriksaan jantung sebelum event lari
Kurang tidur dan kelelahan kronis
Latihan yang tidak teratur atau terlalu cepat meningkatkan intensitas
Kurang latihan tetapi memaksakan mengikuti event besar
Dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit
Asupan nutrisi yang kurang optimal
Kolaps tidak hanya terjadi pada usia lanjut, pelari muda pun dapat mengalaminya apabila tidak memperhatikan persiapan fisik dan nutrisi yang cukup.
Persiapan Fisik yang Tepat untuk Mencegah Kolaps Saat Lari
Medical check-up sebelum mengikuti event lari
Pemeriksaan kesehatan sangat penting dilakukan sebelum mengikuti event lari, seperti pemeriksaan tekanan darah, EKG, dan riwayat kesehatan. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan tubuh terutama kondisi jantung dalam keadaan sehat dan siap menghadapi aktivitas fisik yang berat.
Latihan yang bertahap dan tidak instan
Latihan persiapan lari, terutama untuk jarak jauh seperti marathon, half marathon, atau trail run tidak bisa dilakukan secara instan. Lakukan latihan rutin minimal 2-3 bulan sebelum event.
Istirahat yang cukup dan manajemen hidrasi dan elektrolit
Pastikan tubuh mendapatkan istirahat dengan cukup dan tetap terhidrasi baik sebelum, saat, dan setelah berolahraga.
Nutrisi Pendukung Jantung dan Performa Pelari
Selain persiapan fisik, nutrisi yang tepat juga berperan penting dalam menjaga kesehatan pelari. Mengonsumsi makanan bergizi secara teratur, menghindari makanan yang dapat meningkatkan kolesterol dan hipertensi, serta mengonsumsi suplemen untuk mendukung kesehatan jantung dapat menurunkan risiko kolaps saat mengikuti event lari berintensitas tinggi.
Beberapa suplemen yang dapat membantu antara lain :
Nutrimax Circu Health: Mengandung Fruitflow®II (branded ingredient from DSM) dan Standardized Grape Seed Extract 95% yang berfungsi menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah dengan melancarkan sirkulasi darah dan menormalkan proses pembekuan darah. Nutrimax Circu Health dapat membantu melebarkan pembuluh darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Beli di sini.
Nutrimax Omega 3 Pro: Mengandung Omega 3 berkualitas tinggi dari minyak ikan laut (termasuk anchovy dan sardine) plus Natural vitamin E, untuk membantu mengurangi risiko penyakit jantung dengan melancarkan sirkulasi darah serta menormalkan kadar kolesterol dan trigliserida. Beli di sini.
Coenzyme Q-10: Mengandung Coenzyme Q-10 (Sol Q10 Blue™) yang berperan penting dalam fungsi mitokondria sel sebagai pusat energi agar metabolisme tubuh berlangsung optimal. Bermanfaat untuk terapi penyakit jantung dan pembuluh darah serta mengoptimalkan produksi energi tubuh agar vitalitas meningkat dan mampu mengatasi kelelahan kronis. Beli di sini.
Squalene: Mengandung 100% Squalene murni yang berasal dari hasil ekstraksi hati ikan hiu laut dalam yang mampu mensuplai oksigen dan memenuhi kebutuhan oksigen dalam jaringan tubuh sehingga tubuh terasa sehat dan bugar. Beli di sini.
Lari Lebih Aman Bila Tubuh Dipersiapkan dengan Baik
Lari memang menyehatkan, tetapi tidak boleh dilakukan tanpa persiapan. Kenali risiko, lakukan medical check-up, dan penuhi nutrisi tubuh. Kesiapan jantung adalah kunci agar event lari berlangsung aman dan menyenangkan.
Sumber :
Detik. 2025. Banyak yang Tak Sadar Punya Risiko Sakit Jantung, Penyebab Kolaps saat Olahraga - Link
Detik. 2025. 2 Pelari Sikso Rogo Lawu Ultra Meninggal, Kenapa Bisa Jantung Kolaps saat Olahraga? - Link
Kompas. 2025. Awas Kolaps Saat Maraton, Dokter Ingatkan Persiapan Fisik Bukan Sekedar Formalitas - Link