Seks Bukan Soal Rutin, Tapi Kualitas: Faktor yang Diam-Diam Memengaruhi Frekuensi Hubungan Suami Istri

https://nutrimax.co.id/storage/img/article/seks-bukan-soal-rutin-tapi-kualitas-faktor-yang-diam-diam-memengaruhi-frekuensi-hubungan-suami-istri.webp
February 19, 2026 - Tim Nutrimax

Dalam pernikahan, hubungan intim menjadi fondasi penting yang mempererat ikatan emosional suami istri. Seks bukan sekadar urusan reproduksi, tetapi juga berperan menjaga kesehatan fisik, kestabilan mental, dan kualitas hubungan pasangan.

Namun, seiring berjalannya waktu dan dinamika kehidupan rumah tangga, menjaga hubungan intim agar tetap konsisten bukanlah hal yang mudah. Penurunan stamina tubuh, padatnya jadwal pekerjaan, tekanan hidup, hingga perubahan kondisi tubuh seringkali membuat hubungan intim tidak lagi rutin seperti di awal pernikahan. Kondisi ini kerap menimbulkan pertanyaan: apakah berkurangnya frekuensi hubungan intim menandakan menurunnya kualitas hubungan?

Sejumlah penelitian menunjukkan tren penurunan frekuensi hubungan intim. Studi dari London School of Hygiene and Tropical Medicine di Inggris yang menganalisa lebih dari 34.000 responden usia 16–44 tahun dalam survei nasional tahun 1991, 2001, dan 2012 menemukan bahwa pasangan menikah atau tinggal bersama kini lebih jarang berhubungan seks dibandingkan dua dekade sebelumnya. Frekuensi sempat meningkat pada 2001 dibandingkan 1991, namun kembali menurun pada 2012, bahkan lebih rendah dari dua dekade sebelumnya.

Penelitian Jean Twenge yang dipublikasikan dalam jurnal Archives of Sexual Behavior pada 2017 melaporkan bahwa orang dewasa di Amerika Serikat berhubungan seks sekitar sembilan kali lebih sedikit per tahun dibandingkan generasi akhir 1990-an.

Seberapa Sering Sebaiknya Pasangan Melakukan Hubungan Intim?

Tidak ada standar ideal untuk frekuensi hubungan intim karena setiap pasangan memiliki kondisi fisik, kebutuhan, dan fase kehidupan yang berbeda. Bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, hubungan intim dianjurkan setiap dua hingga tiga hari sekali, terutama saat masa ovulasi. Sementara itu, jika tidak sedang program hamil, frekuensi minimal satu kali seminggu kerap dianggap cukup untuk menjaga kedekatan pasangan.

Lebih dari sekadar pemenuhan hasrat seksual, hubungan intim berperan penting dalam memperkuat komunikasi, kelekatan emosional, dan keintiman pasangan yang membuat rumah tangga semakin harmonis. Fokusnya bukan hanya frekuensi, melainkan kualitas, kenyamanan, dan kepuasan bersama. Karena pada akhirnya, hubungan seks bukan soal seberapa sering dilakukan, tetapi seberapa siap tubuh dan pikiran menjalaninya. Dengan demikian, hubungan intim berapa pun frekuensinya akan tetap terasa nyaman, bermakna, dan memuaskan bagi pasangan.

Pandangan ini sejalan dengan Brian Jory, PhD, Direktur Studi Keluarga di Berry College, Georgia. Ia menegaskan bahwa kebahagiaan hubungan tidak ditentukan oleh seberapa sering pasangan berhubungan intim, melainkan oleh keselarasan kebutuhan fisik, emosional, dan psikologis keduanya.

 

Faktor yang Mempengaruhi Frekuensi Hubungan Suami Istri

  1. Faktor Usia

    Menurut penelitian yang dilakukan Kinsey Institute, Indiana, Amerika Serikat bahwa frekuensi hubungan intim cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Pasangan di bawah usia 30 tahun rata-rata berhubungan intim sekitar 112 kali per tahun. Tapi, frekuensi itu menurun menjadi 86 kali setahun di usia 30-39 tahun, 69 kali per tahun untuk yang berusia 40-49 tahun, dan sekitar 52 kali dalam satu tahun untuk pasangan berusia 50-an atau lebih.

  2. Kelelahan Fisik

    Pola makan tidak seimbang, kurang tidur, tekanan pekerjaan, dan aktivitas harian yang padat dapat  menyebabkan tubuh cepat lelah dan energi atau stamina menurun. Kelelahan fisik akan berdampak pada berkurangnya minat dan kesiapan untuk berhubungan intim.

  3. Ketidakseimbangan Hormon

    Seiring bertambahnya usia, produksi hormon reproduksi seperti testosteron, estrogen, dan DHEA akan menurun. Ketidakseimbangan hormon ini dapat memengaruhi gairah seks, mood, stamina, vitalitas tubuh serta keinginan untuk berhubungan intim baik pada pria dan wanita.

  4. Stres

    Tekanan pekerjaan, tanggung jawab keluarga, dan tuntutan hidup dapat memicu peningkatan hormon kortisol di dalam tubuh. Hormon kortisol yang tinggi dapat menekan produksi hormon reproduksi, membuat tubuh sulit rileks, pikiran sulit fokus pada keintiman dan pada akhirnya menurunkan gairah seks.

Frekuensi Bisa Berkurang, Kualitas Tetap Bisa Dijaga

Frekuensi hubungan intim memang dapat berubah seiring waktu, tetapi kualitas hubungan dan keharmonisan rumah tangga tetap bisa dipertahankan. Kuncinya adalah menjaga kesiapan tubuh melalui pola makan seimbang, gaya hidup sehat, tidur cukup, manajemen stres yang baik, serta aktivitas fisik teratur.

Selain itu, tubuh juga membutuhkan dukungan nutrisi yang tepat untuk membantu menjaga stamina, keseimbangan hormon, dan vitalitas, sehingga pasangan tetap siap menjalani berbagai peran sehari-hari, termasuk dalam hubungan suami istri yaitu:

  1. Nutrimax Male Formula RX

    Mengandung kombinasi herbal unggulan seperti Muira Puama, Tribulus terrestris, Horny Goat Weed, Cordyceps sinensis, Ginseng, dan Pasak Bumi. Formula ini membantu mendukung keseimbangan hormon pria, meningkatkan vitalitas seksual, membantu relaksasi sistem saraf, serta menjaga fokus dan kebugaran tubuh. Beli di sini. 

  2. Nutrimax Hers

    Nutrimax Hers merupakan kombinasi sinergis berbagai jenis herbal, vitamin dan asam amino yang bermanfaat sebagai phytoestrogen untuk membantu menjaga keseimbangan hormonal tubuh, meningkatkan stamina dan membantu mengatasi berbagai masalah kewanitaan serta menjaga kesehatan sistem reproduksi wanita yang berhubungan langsung dengan kesuburan mulai usia remaja (pubertas) hingga pasca menopause. Beli di sini.

  3. Nutrimax Stamina X

    Nutrimax Stamina X merupakan kombinasi herbal Tribulus terrestris, Muira Puama, Panax Ginseng, Damiana, Horny Goat Weed & Maca. Diperkaya dengan Schisandra, Stinging Nettle, Gotu Kola, Saw Palmetto, Ginkgo biloba, dan Wild Yam yang bekerja secara sinergis untuk meningkatkan energi dan stamina, melancarkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh serta membantu mengatasi gangguan seksual dan menjaga kesuburan baik pada pria maupun wanita. Beli di sini.

  4. Nutrimax Wild Yam & Black Pepper Extract

    Bersumber dari ubi jalar liar sebagai sumber DHEA alami, dikombinasikan dengan black pepper (mengandung minimal 50% piperin) untuk membantu penyerapan lebih optimal. DHEA berperan sebagai bahan baku pembentuk estrogen dan testosteron, membantu menjaga keseimbangan hormon, menambah energi dan stamina, serta mendukung kemampuan tubuh menghadapi stres dan kelelahan. Beli di sini.

Sumber: 

CMU. 2015. Carnegie Mellon Researchers Find More Sex Doesn't Lead To Increased Happiness - Link

CNN Indonesia. 2019. Pasangan Semakin Jarang Berhubungan Seks - Link

Herbenick, D., et al. 2010. Sexual behavior in the United States: Results from the National Survey of Sexual Health and Behavior - Link

Kompas. 2023. Hubungan Intim Sebaiknya Seminggu Berapa Kali? - Link

Tempo. 2019. Sering Berhubungan Seks Akan Bahagia? Ini Kata Ahli - Link

Twenge, Jean, et al. 2017. Declines in Sexual Frequency among American Adults - Link

Loading...
Please wait ...
whatsapp