Memahami Peran Penting Albumin bagi Kesehatan Tubuh
Darah terdiri dari berbagai komponen kompleks, salah satunya adalah albumin. Sebagai protein utama yang diproduksi oleh hati, albumin menyusun sekitar 60% dari total protein dalam plasma darah. Kehadirannya sangat krusial karena albumin menjalankan berbagai fungsi vital yang menjaga kestabilan kondisi tubuh kita.
Peran utama albumin adalah menjaga tekanan onkotik (tekanan osmotik koloid). Tanpa albumin yang cukup, cairan di dalam pembuluh darah dapat merembes keluar ke jaringan sekitarnya, yang memicu pembengkakan atau edema.
Fungsi Utama Albumin
Menjaga Keseimbangan Cairan Tubuh
Albumin bertindak sebagai penahan cairan agar tetap berada di dalam jalur pembuluh darah. Meskipun sel-sel tubuh membutuhkan cairan, keseimbangan tersebut harus dijaga agar tidak terjadi penumpukan di ruang antarsel. Dengan menjaga tekanan onkotik yang stabil, albumin memastikan distribusi cairan tubuh tetap proporsional dan mencegah terjadinya kebocoran sistemik.
Mendukung Regenerasi dan Perbaikan Jaringan
Albumin kaya akan asam amino yang menjadi bahan baku utama dalam proses perbaikan sel. Saat terjadi kerusakan jaringan atau peradangan, albumin membantu menyediakan nutrisi yang diperlukan untuk pembentukan sel baru. Hal ini menjadikan albumin sangat penting dalam proses pemulihan luka dan menjaga daya tahan tubuh secara keseluruhan agar proses penyembuhan penyakit berlangsung lebih cepat.
Menjaga Struktur Plasma Darah
Meskipun darah terlihat seperti cairan homogen, ia terdiri dari partikel padat dan air. Albumin berperan menjaga viskositas dan volume plasma dengan cara mengikat air di dalam pembuluh darah. Gangguan pada kadar albumin akan menurunkan tekanan onkotik, yang sering kali ditandai dengan munculnya edema atau penumpukan cairan pada bagian tubuh tertentu.
Alat Transportasi Nutrisi dan Hormon
Albumin berfungsi sebagai "kurir" di dalam aliran darah. Ia mengikat dan menyebarkan zat-zat penting seperti kalsium, hormon progesteron, serta berbagai jenis obat-obatan ke jaringan yang membutuhkan. Selain itu, albumin berperan penting dalam mengangkut bilirubin (zat sisa metabolisme) ke hati untuk diproses. Perlu diketahui, penumpukan bilirubin akibat gangguan transportasi inilah yang dapat memicu gejala ikterus (penyakit kuning).
Kadar Normal Albumin Serum
Pemeriksaan kadar albumin biasanya menjadi bagian dari skrining fungsi hati dan ginjal. Hasil tes ini membantu dokter mendiagnosis kondisi kesehatan pasien secara lebih akurat.
Kadar Normal dalam Darah: 3,4 – 5,4 g/dL.
Kadar Normal dalam Urin: 0 – 8 mg/dL (kadar yang lebih tinggi menunjukkan adanya kebocoran pada ginjal).
Kadar albumin yang rendah (Hipoalbuminemia) dapat menjadi indikator adanya masalah kesehatan, seperti:
Penyakit Hati (Sirosis atau Hepatitis).
Gangguan Ginjal (Sindrom Nefrotik).
Kekurangan Nutrisi.
Peradangan kronis atau penyakit pencernaan (seperti Crohn dan Celiac).
Dampak Kekurangan Albumin bagi Tubuh
Kekurangan albumin umumnya ditandai dengan edema atau pembengkakan, terutama pada area tungkai, pergelangan kaki, hingga penumpukan cairan di rongga perut (asites). Dalam kondisi yang lebih berat, kekurangan albumin dapat menyebabkan sesak napas akibat akumulasi cairan di paru-paru (edema paru).
Beberapa pemicu utamanya adalah:
Kerusakan Hati: Mengingat hati adalah produsen tunggal albumin, gangguan pada organ ini akan langsung menurunkan produksi protein tersebut.
Gangguan Ginjal: Pada ginjal yang tidak sehat, albumin yang seharusnya tetap di darah justru ikut terbuang melalui urin (Albuminuria), sehingga kadarnya di dalam tubuh menurun drastis.
Solusi Meningkatkan Kadar Albumin
Kebutuhan protein ini dapat dipenuhi dengan mengonsumsi makanan berprotein tinggi. Salah satu sumber alami terbaik adalah Ikan Gabus (Channa striata). Ikan ini memiliki kandungan albumin yang sangat tinggi dan profil asam amino lengkap untuk membantu menghilangkan edema dan mempercepat pemulihan jaringan.
Selain melalui konsumsi harian, pemenuhan albumin juga dapat dioptimalkan melalui suplemen berkualitas. Nutrimax Albugamat hadir dengan kombinasi ekstrak ikan gabus yang kaya akan albumin, dan ekstrak gamat emas. Sinergi keduanya tidak hanya meningkatkan kadar albumin darah, tetapi juga mempercepat penyembuhan berbagai jenis luka, baik luka dalam maupun luar, seperti pasca operasi, pasca melahirkan, hingga luka bakar. Kandungan gizinya yang tinggi sangat ideal untuk mendukung pemulihan tubuh setelah sakit. Bisa beli di sini.
Bingung pilih suplemen yang tepat sesuai dengan kebutuhan? Hubungi Clarissa (Customer care) di nomor 0822-1000-5448 untuk konsultasi lebih lanjut.
Sumber:
Medical News Today. 2024. What to know about low albumin levels - Link
National Library of Medicine. 2022, Physiology, Albumin - Link
University of Rochester Medical Center. Albumin (Blood) - Link
Healthline. 2019. Serum Albumin Test - Link
Alomedika. Rasionalisasi Pemberian Albumin Intravena - Link