Dampak Kurangnya Asupan Gizi Sejak dalam Kandungan

https://nutrimax.co.id/storage/img/article/kurang-asupan-gizi-sejak-dalam-kandungan.webp
January 9, 2026 - Tim Nutrimax

Kecukupan gizi selama kehamilan merupakan pondasi penting bagi pertumbuhan dan perkembangan janin. Ibu hamil yang tidak mendapatkan nutrisi yang memadai berisiko mengalami kekurangan energi kronik (KEK), yaitu kondisi ketika cadangan energi dan protein dalam tubuh tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik ibu maupun janin.

Kondisi ini berdampak langsung pada proses tumbuh kembang janin, salah satunya meningkatkan risiko berat badan lahir rendah (BBLR). BBLR sendiri merupakan salah satu faktor utama penyebab stunting, yaitu kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis. Cari tahu mengenai penyebab stunting.

Kekurangan gizi pada ibu hamil dapat terjadi akibat berbagai faktor, seperti keterbatasan akses terhadap makanan bergizi, rendahnya konsumsi vitamin dan mineral penting, minimnya sumber protein hewani, serta pola makan yang tidak seimbang. Apabila kondisi ini terjadi secara berkelanjutan, perkembangan organ dan jaringan janin dapat terganggu sehingga meningkatkan risiko masalah nutrisi pada anak seperti, stunting, wasting dan underweight

Peran Makronutrien dalam Kehamilan

Selama kehamilan, seorang ibu dianjurkan untuk mengalami penambahan berat badan sekitar 0,5 kg per minggu, yang memerlukan tambahan asupan energi sekitar 300 kkal per hari. Makronutrien adalah kelompok zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah besar untuk mendukung penyediaan energi serta proses pertumbuhan.

  • Protein

    Protein berperan penting dalam pembentukan sel, jaringan, hormon, serta sistem kekebalan tubuh. Kekurangan protein dapat menghambat pertumbuhan janin dan meningkatkan risiko BBLR. Ibu hamil dianjurkan memperoleh asupan protein 30 gram per hari.

  • Lemak

    Lemak dibutuhkan untuk perkembangan otak dan sistem saraf janin. Asupan lemak sehat, termasuk asam lemak esensial, berperan dalam mendukung fungsi hormon serta penyimpanan energi.

  • Karbohidrat

    Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi ibu hamil. Asupan karbohidrat yang cukup dan berkualitas membantu menjaga stamina serta menunjang proses metabolisme tubuh.

Peran Mikronutrien dalam Mencegah Stunting

Selama masa kehamilan, ibu membutuhkan berbagai mikronutrien penting yang berperan langsung dalam pertumbuhan dan perkembangan janin. Kekurangan mikronutrien tertentu dapat menyebabkan pertumbuhan janin terhambat sejak dalam kandungan, yang kemudian meningkatkan risiko anak mengalami stunting.

  • Zat Besi (Fe) berperan dalam pembentukan sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke janin. Ketika ibu kekurangan zat besi, suplai oksigen ke janin dapat menurun, sehingga pertumbuhan bayi menjadi tidak optimal. Kondisi ini meningkatkan risiko BBLR, salah satu faktor penyebab stunting.

  • Asam Folat (Vitamin B9) berfungsi mendukung pembentukan DNA dan proses pembelahan sel yang sangat aktif selama kehamilan. Kekurangan folat sejak awal kehamilan terbukti berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan pertumbuhan janin yang dapat berlanjut menjadi stunting.

  • Vitamin A berperan dalam perkembangan organ, sistem imun, serta pertumbuhan sel janin. Ketika ibu mengalami kekurangan vitamin A, proses perkembangan tulang dan jaringan tubuh janin dapat terhambat. Selain itu, imunitas janin menjadi lebih lemah sehingga bayi lebih rentan terhadap infeksi setelah lahir, yang dapat memperburuk risiko stunting.

  • Zinc (Seng) adalah mineral yang berperan dalam pembelahan sel, sintesis protein, dan perkembangan jaringan tubuh. Kekurangan zinc pada ibu hamil dapat menyebabkan pertumbuhan janin melambat, terutama dalam hal panjang badan dan berat badan lahir. 

  • Yodium diperlukan untuk menghasilkan hormon tiroid. Kekurangan yodium dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan tubuh dan otak. Anak yang terlahir dari ibu dengan defisiensi iodium berisiko lebih tinggi mengalami keterlambatan perkembangan dan stunting.

  • Kalsium berperan dalam pembentukan tulang dan gigi janin. Jika asupan kalsium ibu selama kehamilan tidak mencukupi, tubuh ibu akan mengambil cadangan kalsium dari tulangnya sendiri sehingga suplai ke janin berkurang. Akibatnya, pertumbuhan tulang janin bisa terganggu, berkaitan dengan stunting.

  • Vitamin D membantu penyerapan kalsium dan fosfor untuk pembentukan tulang yang kuat. Kekurangan vitamin D pada ibu hamil dapat menyebabkan pertumbuhan tulang janin tidak optimal dan meningkatkan risiko berat badan lahir rendah.

  • Vitamin B12 berfungsi penting dalam pembentukan sel darah merah dan perkembangan sistem saraf. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan anemia pada ibu serta gangguan perkembangan neurologis pada janin. 

Kekurangan salah satu mikronutrien ini dapat menghambat perkembangan optimal janin dan meningkatkan risiko terjadinya stunting setelah anak lahir, yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan kecerdasan serta berbagai dampak jangka panjang lainnya.

Untuk mendukung kecukupan gizi selama kehamilan, beberapa produk ini dapat menjadi pilihan pendukung kesehatan ibu dan janin:

  • Nutrimax Mother dengan komposisi vitamin dan mineral yang seimbang dan lengkap untuk mencukupi kebutuhan gizi semasa kehamilan sehingga dapat mengoptimalkan kesehatan ibu dan bayi yang dilahirkan. Beli di sini.

  • Nutrimax DHA JUNIOR with Folic Acid, ARA, L-Taurine, L-Choline mendukung proses tumbuh kembang otak dan sistem saraf janin dan bayi. Beli di sini.

  • Nutrimax Vital memenuhi kecukupan zat besi yang sangat penting untuk mencegah terjadinya keguguran serta menurunkan risiko BBLR. Beli di sini.

  • Nutrimax Vitamin D3 1000 IU menggunakan Vitamin D3 Water Dispersible yang dapat meningkatkan kelarutan Vitamin D di saluran pencernaan demi mendukung kehamilan sehat. Beli di sini


Sumber:

Kemenkes. 2024. Peran Ibu Cegah Stunting -  Link

Kemenkes. 2020. Cegah Stunting Ratusan Ribu Ibu Hamil dan Balita Diberi Zat Gizi Mikro - Link

WHO. 2020. Multiple Micronutrient Supplements During Pregnancy - Link

Loading...
Please wait ...
whatsapp